MATARAM – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat (Dispar Lobar) bersama Pusat Kajian Pariwisata Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (FE UNRAM) merencanakan menyelenggarakan Konferensi Internasional Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan yang bertemakan Managing Growth For Sustainable Tourism Development.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 2 sampai dengan 4 Oktober 2017 di Ballroom Hotel Aruna Senggigi dan dibuka oleh Menteri Pariwisata RI Arif Yahya. “Konferensi ini akan menghadirkan pakar pariwisata, dalam dan luar negeri,” katanya, Kamis 28 September 2017. Sekitar 75 paper sudah dikirim dan pesertanya bisa mencapai 200-an orang.

Ispan memastikan bahwa konfrensi ini bisa terselenggara karena Lobar merupakan salah satu dari empat kabupaten se-Indonesia yang menjadi pilot project Sustainable Tourism Observatory (STO). Unram ditunjuk sebagai partner akademik yang akan mengkaji dan mendampingi pengembangan STO yang telah ditetapkan berlokasi di kawasan Sesaot, Pakuan, dan Buwun Sejati (Sekawan Sejati).

Dalam konfrensi tersebut, penyelenggara telah mengkonfirmasi para narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata berkelanjutan akan hadir di konfrensi itu. Pakar dari Boston University USA, Griffit University Brisbane Australia, Unity College Malaysia, dan dua orang profesor pariwisiata dari Afrika Selatan dan Korea Selatan dijadwalkan hadir menjadi pembicara.

Konfrensi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu agenda penting dari Dispar Lobar. Setelah sukses dengan BRI Mekaki Marathon dan baru selesai dengan Festival Pesona Lombok Barat yang dirangkai dengan Senggigi Sunset Jazz beberapa waktu lalu, Dispar Lobar kembali menggebrak industri pariwisata dengan menguatkan konsep pembangunan pariwisata di Lobar khususnya dan di NTB pada umumnya dengan berbasis pada pembangunan manusia, budaya, dan alam yang akan menguatkan brand World Halal Tourism.

Tidak semata dalam penguatan teori, namun Dispar Lobar terus menggandeng penggiat industri pariwisata, baik hotel, travel, restaurant, dan para pemandu untuk dapat menghadirkan hasil yang terbaik.

Seperti yang diraih oleh Hotel Kila Senggigi yang meraih Green Hotel Award dalam Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017 yang diselenggarakan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional III oleh Kementerian Pariwisata RI hari Rabu 27 September 2017 lalu.
Hotel KILA mampu meraih award dengan menyisihkan ratusan hotel yang dinilai oleh pihak Kementerian.

ISTA 2017 merupakan apresiasi Kementerian Pariwisata RI kepada seluruh sektor swasta yang terlibat langsung dalam industri wisata. “Dispar Lobar pun terus menggandeng pihak-pihak lain dalam menjual industri wisata yang ada di Lobar,” ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here