JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa lebih dari 500.000 orang yang melarikan diri dari kekerasan di Negara Bagian Rakhine di Myanmar telah menyeberang ke Bangladesh sejak 25 Agustus 2017. Pemerintah Australia telah menyediakan dana sebesar A $ 20 juta atau Rp 211,7 miliar untuk mengatasi kebutuhan mereka yang terkena dampak krisis.

Adanya bantuan tersebut dirilis Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Jum’at 29 September 2017 siang. ”Bantuan penanganannya dilakukan bersama koalisi organisasi non pemerintah,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta Paul Grigson.

Menurutnya, spesialis kemanusiaan dari Australia dan Indonesia bekerja bersama di Bangladesh untuk menanggapi krisis di Cox’s Bazar. Dua staf dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta berkoordinasi secara erat dengan Aliansi Kemanusiaan Indonesia, sebuah koalisi dari 11 organisasi non-pemerintah, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, untuk menilai apa yang dibutuhkan.

Pekan ini, spesialis kemanusiaan Australia dan Indonesia melakukan perjalanan ke wilayah Cox’s Bazar minggu ini dan bertemu dengan mitra internasional dan lokal. Tim mengunjungi sejumlah kamp dan melihat pekerjaan penting yang dilakukan Pemerintah Bangladesh untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Paul Grigson mengatakan bahwa Australia memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Indonesia dalam merespon krisis. Australia menghargai hubungan kemitraan yang telah lama berjalan, dalam bidang kemanusiaan. ”Dengan Pemerintah Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” katanya.

Australia akan terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Indonesia dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk menangani krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Myanmar dan Bangladesh.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here