MATARAM – Pelindo III Lembar di Lombok Barat menyiapkan dermaga untuk kepentingan kapal-kapal yang bermuatan pengungsi yang terdampak Gunung Agung. Di sana ada dermaga nusantara dan juga ada dermaga landing craft machine.

General Manager Pelindo III di Lembar Baharuddin menjelaskan kesiapannya untuk kepentingan darurat evakuasi warga terdampak gunung Agung tersebut, sewaktu di temui selesai rapat kordinasi Tim Penanggulangan Inflasi Daerah Nusa Tenggara Barat (TPID NTB) di kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) NTB, Selasa 26 September 2017 sore. ”Dermaga dan terminal disiapkan untuk pendaratannya,” kata Baharuddin.

Menurutnya, dermaga yang tersedia di Pelabuhan Nusantara Lembar memiliki panjang 100 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB Muhammad Rum mengatakan penanganan bencana gunung Agung, pihaknya menyiapkan 200 paket bantuan. Antara lain makanan, pakaian, selimut, selain peralatan sekolah anak-anak dan tenaga. Namun jikalau ada buat pengungsian akan di usul kan bersamaan dengam korban pengungsi yang ada di Bali. ”Saat ini ada 26 kepala keluarga atau 94 jiwa yang sudah datang mengungsi ke keluarganya di Lombok,” ujar Muhammad Rum.

Pengamat Gunung Rinjani Mutaharlin menjelaskan bahwa meskipun sudah tidak ada lagi erupsi September 2016 lalu, tetapi statusnya masih dinyatakan level II atau waspada. Menurutnya, masyarakat di sekitar Rinjani dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas/berkemah di dalam area tubuh anak Gunung Baru Jari termasuk di area lava baru dan seluruh area di dalam radius 1,5 km dari kawah gunung Baru Jari.

Pendakian diperbolehkan kecuali di seluruh bagian tubuh Gunung Barujari, karena material lava letusan masih bertemperatur tinggi dan tidak stabil. ”Sehingga rawan untuk terjadi rockfall atau longsoran batu,” ucapnya.

Meskipun tidak dapat dipastikan, namun potensi letusan Gunung Rinjani masih ada. Oleh karena itu pendaki/pengunjung/wisatawan yang beraktivitas di luar radius 1,5 km dari G. Barujari maupun masyarakat di sekitar G. Rinjani diharapkan untuk selalu menyiapkan masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata jika terjadi letusan abu.

Selain itu masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Rinjani yang tidak jelas sumbernya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here