MATARAM – Baru ada 326 kota/kabupaten dari 516 kota/kabupaten se Indonesia yang dinyatakan sebagai kota layak anak (KLA). Itupun tidak seluruhnya dalam kategori penuh. KLA ini telah diinisiasi sejak 2006 selama lima tahun hingga 2010 menjadi pilot project.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Nurharyanti Rosalin mengatakan kota Mataram – satu-satunya daerah dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat, tetapi masih masuk dalam kategori pratama. ‘’Belum ada yang benar-benar KLA,’’ katanya sewaktu menjelaskan kegiatannya di Hotel Santika Mataram, Rabu 19 September 2017 sore.

Indonesia ditargetkan pada tahun 2030 sudah menjadi Indonesia Layak Anak. Menurutnya, apresiasi pelaksanaan KLA di daerah diberikan dengan lima kategori yaitu: Kabupaten/kota Layak Anak (KLA), Utama, Nindya, Madya dan terakhir Pratama.

Di Indonesia, sepertiga penduduknya adalah anak-anak atau sebanyak 88 juta jiwa anak yang berusia dibawah usia 18 tahun. Masih banyak masalah anak yang dikawinkan di bawah usia yang menyebabkan putus sekolah. Anak perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun enam kali lebih rentan untuk tidak menyelesaikan pendidikan menengah/setara

Dampaknya rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM). Kalau menikah usia 14 tahun dan pada usia dini pula mereka telah melahirkan anak yang mengalami berat badan rendah dan kurang gizi.

Sekitar satu diantara empat anak perempuan menikah sebelum berusia 18 tahun. Selama 2008-2015 tidak mengalami perubahan. Tahun 2012, sebanyak 1.348.886 anak perempuan menikah
usia 18 tahun.

Dikatakan bahwa perlindungan anak meliputi pemenuhan hak anak yaitu Klaster I meliputi hak sipil dan kebebasan, Klaster II masalah lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative, Klaster III kesehatan dasan dan kesejahteraan, Klaster IV adalah pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. Untuk perlindungan anak khusus yaitu Klaster V berupa perlindungan khusus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat Hartina mengatakan sudah seluruh kabupaten/kota yang telah mendeklarasikan daerahnya menuju KLA. ‘’Hanya Kabupaten Sumbawa Barat yang belum dilaunching,’’ ucapnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here