MATARAM – Manajemen ASDP Lembar – Padangbai mewaspadai status siaga level III sejak meletusnya Gunung Agung di Bali. Pihak pemerintah daerah di Bali dan Nusa Tenggara Barat sudah melakukan persiapan guna menyiapkan langkah strategis jika eruspi gunung Agung sampai berdampak terjadinya pengungsian menggunakan kapal feri baik dari Padangbai Bali maupun sebaliknya dari arah Lembar Lombok.

Juru bicara ASDP di Lembar Dheny Nurdiana Putra mengatakan kewaspadaan dan mengantisipasi sejak dini. ‘’Sampai saat ini masih normal penyeberangan. Belum tampak adanya lonjakan penumpang domestik maupun orang asing,’’ katanya, Selasa 19 September 2017 sore.

Menurutnya, setiap hari ada 18 – 24 trip penyeberangan dari masing-masing pelabuhan Lembar dan Padangbaik. Di jalur tersebut tersedia 12 kapal yang melayani dari 34 kapal yang beroperasi Untuk rata-rata penumpang pejalan kaki (tanpa kendaraan) 300 orang per hari, untuk kendaraan roda dua rata-rata 250 unit per hari, untuk kendaraan kecil (KK) seperti sedan dan sejenisnya rata-rata 60 unit sehari. Sedangkan untuk truk rata-rata 150 unit sehari.

Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat Lalu BayuWindia merilis ulang perkembangan situasi pasca naiknya status Gunung Agung ke level III di Bali yang diterimanya. Pasca peningkatan aktifitas vulkanis yg dibarengi gempa mengakibatkan terjadinya hujan abu dan bau belerang di sejumlah desa antara lain Desa Pempatan dan Desa Besakih. ‘’Telah terjadi arus mobilisasi dari pengungsi khususnya dari wilayah desa terdampak,’’ ujarnya.

Masyarakat dari Dusun Temukus, Kesimpar, Tukad Belah sementara ditempatkan di Kantor Desa Menanga dan Wantilan Desa Menanga. Masyarakat dari Dusun Pura, Sebudi, Telunbuana, ( Kec. Selat ) mendominasi lokasi pengungsian di Balai Banjar Rendang Kelod dan Lapangan Desa Pekraman Rendang. Masyarakat Dusun Pejeng, Desa Menanga mengungsi ke Banjar Menanga Kawan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang.. Beberapa kepala keluarga Dusun Lebih, Kecamatan Selat terdeteksi mengungsi ke Polres Klungkung.

Walaupun Gunung Agung mengalami peningkatan status ke level III ( SIAGA ) yang disertai bau belerang dan hujan abu namun situasi masih dapat terkendali dan arus pengsungsian dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Meskipun demikian pemantauan secara berkelanjutan akan tetap dilakukan terhadap aktifitas Gunung Agung dan terhadap mobilisasi pengungsian yang menuju wilkum Sek Rendang untuk meminimalisir hal – hal yang tidak diinginkan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulanga Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho merilis pasca penetapan status Siaga (Level III) Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Kabupaten Bali oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi sejak Senin 18 September 2017 pukul 21.00 WITA, upaya antisipasi menghadapi erupsi Gunung Agung terus dilakukan oleh BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan berbagai pihak. Kegempaan Gunung Agung masih berlangsung. Pos Pengamatan Gunungapi Agung melaporkan pagi tadi terjadi 108 gempa vulkanik dangkal dengan durasi 10-30 detik, dan gempa tektonik lokal sebanyak 3 kali dengan durasi 30-35 detik. Secara visual terlihat jelas dan tidak ada asap keluar dari kawah.

Sejak Senin malam beredar informasi terjadi hujan abu dari Gunung Agung. Berdasarkan laporan dari PVMBG dan pantuan visual dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, belum terjadi hujan abu. Gunung Agung belum meletus dan tidak mengeluarkan hujan abu. Kemarin terjadi gempa 2,8 SR kedalaman 10 km dengan pusat gempa di sekitar Gunung Agung. Masyarakat merasakan guncangan gempa dengan intensitas ringan.

Analisis dari pantauan satelit Himawari dari BMKG juga menunjukkan bahwa belum terdeteksi adanya hujan abu di sekitar Gunung.Agung. Terdeteksi anomali suhu di kawah akibat aktivitas Gunung Agung. Namun tidak ada hembusan abu dan sebaran abu yang keluar dari kawah.

Hasil analisis satelit Aqua dan Terra dari Lapan menunjukkan adanya 3 hotspot kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kubu Kabupaten Karangasem (sebelah utara-timurlaut) kawah Gunung Agung dalam 24 jam terakhir. Laporan dari petugas di lapangan masih berlangsung kebakaran hutan dan lahan hingga pagi ini di sekitar Gunung Agung. Kemungkinan abu dari material lahan yang terbakar ini terbawa oleh angin dan jatuh ke permukaan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya informasi hujan abu dan foto-foto yang beredar di sosmed adalah tidak benar hujan abu dari aktivitas vulkanik G.Agung. Kemungkinan itu adalah material abu dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sekitar G.Agung.

Aktivitas Gunung.Agung terus dipantau intensif oleh PVMBG. Setiap informasi disampaikan kepada BNPB dan BPBD. Pemerintah terus mengambil langkah-langkah antisipasi.

Saat ini terdapat 44 jiwa yang mengungsi mandiri terkait meningkatnya status Gunung Agung. 44 jiwa pengungsi berasal dari Dusun Lebih, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Mereka mengungsi di 3 lokasi di wilayah Kabupaten Klungkung. BPBD Kabupaten Klungkung telah memberikan bantuan bagi pengungsi.

Masyarakat dihimbau untuk tenang. Jangan terpancing isu-isu menyesatkan. Saat ini banyak beredar hoax dan informasi yang menyesatkan sehingga menimbulkan keresahan. Sebarkan fakta dan informasi yang benar.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here