MATARAM – Membangun pariwisata tidak sekedar mengeksplorasi potensi keindahan daerah untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Melainkan adalah mencari dari sisi pariwisata itu, ada pertukaran gagasan, dan ada proses belajar satu sama lain. Pembangunan pariwisata, sejatinya tidak hanya bagaimana berusaha memperbanyak angka kunjungan pariwisata saja.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mengemukakannya sewaktu berbicara pada Ist Lombok Edu Tourism Conference yang diselenggarakan Universitas HamzanWadi Pancor Lombok Timur dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris Kuala Lumpur, di Mataram, Sabtu 16 September 2017. ‘’Kerja sama ini gagasan yang sangat cemerlang,’’ katanya.

Ia menghubungkan konsep Edu Tourism tersebut, dengan ajaran Islam yang terkandung di dalam Surat Al Hujarat (Alquran), yang mengajarkan Lita’aruf, yakni agar kita satu sama lain saling mengenal.

Jadi keragaman yang dimiliki tidak terhitung banyaknya. Terlebih keragaman di Indonesia, sangatlah banyak dari semua sisi. Dari budaya, Indonesia terdiri dari lebih dari seribu etnis. Demikian juga bahasa , tradisi dan lain-lain. Sedangkan di luar Indonesia, juga terdapat beribu ribu keragaman. Sehingga menurut Zainul Majdi yang juga seorang Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Wathan. Menurutnya, dalam konteks lita’aruf agar satu sama lain bisa saling mengenal satu sama lainnya tersebut, telah menjadi konsensus nasional dalam wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari berbagai keragaman yang diciptakan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, menurutnya adalah medium untuk belajar satu sama lain. Ia kemudian mengkorelasikan Lombok Internasional Edu Tourism Confrence 2017 dengan konsep pembangunan pariwisata NTB yang menghadirkan berbagai gagasan dan ilmu pengetahuan.

Konsep tersebut dijalankannya melalui kebijakan pengembangan pariwisata NTB berbasis eco tourism. Kebijakan berbasis eco-tourism, menurutnya tidak hanya terkait dengan upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat semata. Tetapi di dalamnya juga terdapat nilai-nilai yang baik. Nilai- nilai baik itu di antaranya menyangkut pengembangan perabadan masyarakat, bahkan kepribadian bangsa.

Zainul Majdi membandingkan antara orang kaya zaman dulu dan masa kini. Kalau dulu orang orang kaya di dunia ini, karena paling banyak memiliki akses sumber daya alam. Tetapi kini orang-orang kaya adalah mereka yang bekecimpung di arena ilmu pengetahuan dan konglomerat-konglomerat dalam bidang ilmu komunikasi.

Dalam konteks inilah, Zainul Majdi mengajak seluruh masyarakat untuk mentradisikan pengembangan ilmu pengetahuan, tidak hanya pengetahuan yang bermanfaat secara individual tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat secara kolektif bagi masyarakat. Ia berjanji ke depan langkah-langkah strategis yang akan ditetapkannya adalah memastikan keberlanjutan resourses eco tourism di NTB. “Seluruh aktivitas kita mengelola alam ini tidak boleh bertentangan/ mendistruksikan kualitas alam,’’ ucapnya.

Mendatang harus lebih berkonsentarasi pada aspek yang tidak mengeksploitasi lahan-lahan secara masif. ‘’NTB punya kawasan yang di kembangkan sebagai kawasan pariwisata berbasis eco tourism yaitu di kawasan Mandalika, Kute,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa NTB memiliki kebijakan Afirmatif sebagai Best Practice untuk eko tourism di tempat- tempat lain di seluruh dunia. Best practice itu, katanya, di antaranya adalah upaya Pemda NTB untuk mempromosikan gunung Rinjani sebagai Global Geo Park, juga mempromosikan Tambora sebagai Nasional Geopark, serta upaya membangun tata ruang yang konsisten untuk menetapkan kawasan-kawasan wisata kita sehingga bisa berkembang dan dilindungi dari hal-hal yang dapat mendegradasi kualitas lingkungan hidup.

Pada kesempatan berikutnya, Rektor Universitas Hamzan Wadi Siti Rohmi Djalilah (kakaknya Muhammad Zainul Majdi) dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Antar Bangsa Universiti Pendidikan Sultan Idris Mohd Sahadri Gani Hamzah menandatangani kerjasama di bidang Pendidikan dan Pariwisata.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here