MATARAM – Jum’at 15 September 2017 pagi sebanyak 62 agen perjalanan wisata dan hotel se Nusa Tenggara Barat (NTB) diserbu 220 agen perjalanan wisata asal tujuh negara dan seluruh provinsi di Indonesia untuk mendapatkan paket perjalanan ke destinasi halal. Mala mini, mereka diinapkan menyatu dengan alam ditidurkan di dalam tujuh tenda militer di Desa Sembalun Lawang – lembah Gunung Rinjani.

Berlangsung di Ball Room Islamic Center NTB, International Halal Tourism Fair (IHTF) 2017 berlangsung bebas untuk pertemuan transaksi para agen perjalanan diantaranya asal negara Teluk, Australia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam. ‘’Alhamdulillah sukses, ‘’ kata Sekretaris Asosiasi Pelaku Usaha Pariwisata Indonesia NTB Badrun yang menangani seksi Acara IHTF 2017.

Menurut Badrun, setidak-tidaknya satu agen perjalanan mendapatkan transaksi dua paket kelompok wisata masing-masing 50 orang. Jika lama perjalanan dua malam tiga hari per orang paket berliburnya Rp 1,75 juta maka berarti untuk 62 agen perjalanan mendapatkan dua paket kelompok wisata jumlah nilai transaksinya sebesar Rp 10,85 miliar.

Sesuai target Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal, transaksi paket wisata antar agen perjalanan ke Lombok NTB ini mencapai Rp 10 miliar. Dikatakan oleh Faozal, destinasi wisata di NTB semakin tumbuh berkembang. Kalau tahun 2016 lalu terjadi transaksi mencapai Rp 3 miliar. ‘’Semua yang datang antusias menjual paket di sini,’’ ujarnya.

Sri Wahyuningsih dari Duta Mulia Bekasi dan Inne Hilfiana dari Mubarok MuslimTour & Travel Bekasi mengaku meminati menjual paket wisata untuk keluarga di Saudi Arabia. Sudah mulai banyak menyukai kunjungan ke Lombok setelah selama ini ke Bali dan Puncak Bogor. Mereka tertarik mendatangi pulau wisata di Gili Indah dan air terjun Sendang Gile. ‘’Sudah jadi pilihan tempat berlibur keluarga dari Saudi Arabia,’’ ujar Sri Wahyuningsih.

Ketua ASPPI NTB Ahmad Ziadi menyebutkan penempatan agen perjalanan tamu IHTF 2017 diinapkan di dalam tenda merupakan pengalaman baru. Melalui telepon, Ziadi menyatakan para tamunya antusias. ‘’Satu tenda menampung 30 orang,’’ ucap Ziadi. Sedangkan untuk keperluan MCK disiapkan di dalam 20 kamar hotel yang ada di Hotel Nusantara Desa Sembalun Lawang – tempat berlangsungnya Dinner.

Sabtu 16 September 2017 pagi selepas Subuh, mereka akan diajak jalan-jalan pagi menaiki bukit Selong melalui hutam bambu, kemudian menuju sawah untuk wisata hortikultura – petik strawberry dan sayur-sayuran. Selesai makan siang, mereka beralih ke Desa Anyar di untuk melihat masjid kuno Bayan Beliq, lokasi air terjun Sindang Gile di Senaru. Sabtu malam mereka menghadiri penutupan Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 dan sekaligus pembukaan Festival Senggigi 2017 di Lombok Barat.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here