MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan diri menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 yang melibatkan lebih 4.000 orang personil awak kapal perang Angkatan Laut dari 42 negara. Mereka selain melakukan kegiatan latihan bersama di perairan Selat Lombok, selama empat hari yang masing-masing negara dihadiri oleh para kepala staf ALnya, mereka juga akan melakukan latihan bersama penanganan perompakan di laut dan penanggulangan bencana selain bakti sosial.

Rencana tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal bersama Kepala Dinas Potensi Maritim Armada Timur Kolonel Laut (P) Ferry Supriadi dan Kordinator Fleet Inspection Kolonel Laut (P) Rudhi Aviantara setelah melakukan rapat kordinasi di kantor Dinas Pariwisata NTB, Rabu 13 September 2017 siang. ‘’Kami mendukung kehadiran mereka yang juga diikuti banyak keluarga dan anggota tim budaya dan kreatifnya,’’ kata Faozal.

Adapun 40an kapal yang dihadirkan oleh peserta adalah kapal fregat, landing ship tank, corvette, patroli dan kapal induk heli yang kepastian nama-namanya baru bisa diinformasikan menjelang rapat final yang akan datang. ‘’Kapal-kapal tersebut akan diinspeksi sewaktu pembukaan kegiatannya di utara perairan Lembar Lombok Barat, ‘’ ujar Kolonel Laut (P) Ferry Supriadi. Pada saat pawai kirab di darat nanti, yang juga melibatkan taruna dan taruni AL, panjangnya diperkirakan mencapai sejauh dua kilometer. Juga dilakukan terjun bebas pasukan khas dan marinir yang titik pendaratannya berukuran enam kali delapan meter di perairan Lembar.

Kegiatan bakti sosial selain perbaikan fasilitas umum seperti tempat ibadah, jalan, MCK, juga di bidang kesehatan yang menggunakan kapal perang rumah sakit juga dilakukan di Pelabuhan Carik Kabupaten Lombok Utara di sekitar bakal calon Global Hub.

Pada kegiatan tersebut akan dibuka 40 gerai untuk memperkenalkan kerajinan tangan dan makanan lokal termasuk melombakan masakan khas Ayam Taliwang Lombok yang diikuti oleh para awak kapal AL tersebut. Di kawasan Lombok Epicentrum Mal (LEM) juga dihadirkan atraksi hiburan lokal.

Mereka juga akan melakukan berbagai kegiatan kemasyarakatan di berbagai destinasi wisata di pulau Lombok diantaranya menenggelamkan kerangka kapal berukuran tujuh kali tiga meter setinggi lima meter pada kedalaman 15 meter di perairan timur Gili Trawangan sebagai terumbu karang buatan. Juga dilakukan pelepasan tukik.

MNEK 2017 yang merupakan kegiatan internasional ketiga setelah di Batam (2014), Padang (2016), juga menyelenggarakan fun run dan fun bike.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here