MATARAM – Untuk membuka akses kawasan wisata di Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melebarkan jalan yang semula lebarnya empat meter menjadi tujuh meter. Ini adalah bagian dari rehabilitasi infrastruktur jalan di selatan wilayah pulau Lombok.

Sebagai titik awal di wilayah selatan, pembenahan jalan yang menghubungkan jalur atas antara Kecamatan Lembar-Sekotong, tepatnya di Dusun Gerepek Desa Labuan Tereng dan Dusun Jelateng Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar pun dilakukan dengan pelebaran jalan memanfaat lereng bukit.

Menurut juru bicara Pemerintah Kabupaten Lobar Ahkam Mahfudz, ruas jalan berbukit yang berjarak lebih dari tiga kilometer itu adalah langganan longsor di setiap musim hujan. Karenanya, diharapkan segera rampung dan semakin memudahkan wilayah ini diakses oleh masyarakat. ‘’Terutama oleh wisatawan yang sudah banyak mendengar tentang alam Sekotong yang eksotik itu,’’ kata Ahkam Mahfudz.

Saat ini untuk sementara, Bina Marga dan kontraktor menerapkan sistem buka tutup untuk jalur jalan ini. Bahkan untuk para pengendara disarankan untuk mengambil jalur bawah yang tembus dari Desa Labuan Tereng ke Desa Eyat Mayang. Para warga berharap jalur atas ini cepat selesai dan tidak melelahkan karena memutar lewat jalur bawah.

Rabu 30 Agustus 2017 siang tadi, juga telah dilakukan simulasi bencana di dalam rangka pembentukan Kampung Siaga Bencana di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong.
Ini merupakan satu upaya untuk bisa lebih awal mendeteksi atau bersiap siaga ketika mungkin saja bencana terjadi. Kita sangat paham bahwa bencana ini tiba-tiba terjadi. Dan hal yang paling mendesak yang kita lakukan bagaimana kita bersiap siaga untuk mengantisipasi terjadinya bencana,” kata Asisten III H. Fathurrahim.

Kepala Dinas Sosial Lobar Ambaryati menjelaskan bahwa diadakannya simulasi kampung siaga bencana untuk melatih desa Sekotong Tengah agar tanggap apabila terjadi bencana, baik itu bencana banjir, gempa bumi atau kebakaran. “Apapun itu dia siap, ini dilatih bagaimana caranya apabila terjadi bencana,’’ ujar Ambaryati. Mulai dari proses awal dengan akhir (dari awal bencana, terjadinya bencana dan kemudian sampai pasca bencana).

Di Kabupaten Lombok Barat sudah ada tiga kampung siaga bencana. Di wilayah utara Lobar, yakni Desa Gelangsat Kec. Gunung Sari, wilayah tengah di Desa Suka Makmur Kec. Gerung dan di wilayah selatan di Desa Sekotong Tengah Kec. Sekotong.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here