GERUNG – Tagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mencapai Rp 32 miliar. Selain masalah ekonomi warga, juga disebabkan wajib pajaknya berada di luar Lombok mapun luar negeri.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lobar Lale Prayatni, penyebabnya adalah para wajib pajak belum sadar akan kewajibannya, letak geografis dan permasalahan hak atas tanah. ‘’Banyak kendala yang ditemui staf. Di tambah lagi kondisi perekonomian masyarakat, ‘’ katanya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lobar Lale Prayatni mengatakannya sewaktu menerima 30 orang staf Pajak Bumi Bangunan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PBB BPKAD) bersama para camat asal Kabupaten Pati, Selasa 29 Agustus 2017.

Menurutnya, sebenarnya permasalahan PBB-P2 semua daerah adalah sama, yaitu adanya piutang pajak warisan dari Pemerinth Pusat. “Di Lobar, piutang Rp 32 miliar itu sampai saat ini belum dilakukan penghapusan,’’ katanya.

Ia mengemukakan melakukan pengujian dan pendataan akurasi basis data PBB hasil pelimpahan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama, pendataan berbasis sensus, pemutahiran data, penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak dan terobosan lainnya di bidang penagihan.

Namun ia mengatakan bahwa pertumbuhan obyek pajak meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Dalam kurun waktu lima tahun, pertumbuhan objek pajak sudah mencapai 20.377 obyek atau 16,86 persen. Sedangkan nilai dari pertumbuhan itu ditaksir mencapai Rp 6.340.66.234 atau 92,57 persen dari yang ada saat ini.

Sedangkan prestasi capaian PAD dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Lobar yang selalu melampaui 100 persen dari target.

Ia menerima kunjungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Jawa Tengah dipimpin oleh Kepala Bidang PBB Subono yang ingin mengetahui pelaksanaan pemungutan pajak PBB-P2 di Kabupaten Lombok Barat. “Kami dapat informasi bahwa capaiannya selalu 100 persen, sehingga kami ingin mempelajari kiat dan strategi dalam kerja untuk diterapkan di Pati, ‘’ ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here