MATARAM – Melalui perubahan APBD 2017 yang diusulkan mencapai Rp 1,415 triliun, Pemerintah Kota Mataram akan membiayai dana hibah kepada Pemerintah Daerah Lombok Barat terkait dengan pelestarian sumber mata air dan perbaikan jalan dua desa di Kebon Kongok, peningkatan sarana dan prasarana kebersihan, peningkatan jalan dan saluran drainase, pembayaran pembebasan tanah jalan dan tanah untuk bangunan gedung kantor, rehabilitasi gedung kantor, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Kota Mataram, tambahan biaya listrik penerangan jalan, peningkatan sarana dan prasarana Kelurahan, peningkatan belanja Operasional Sekolah yang bersumber dari dana BOS, dan lain-lain berupa program yang bersifat urgent untuk dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, guna peningkatan kinerja pelayanan masyarakat.

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh menyampaikannya dalam Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017 di dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Mataram pada Selasa petang 22 Agustus 2017. Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi tersebut sekaligus untuk menutup masa sidang ketiga DPRD Kota Mataram, dihadiri oleh segenap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Mataram, serta jajaran Eksekutif dan Legislatif Kota Mataram.

Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 dikatakan Wali Kota, direncanakan untuk mengakomodir beberapa program atau kegiatan strategis daerah, termasuk yang terkait dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017. Serta beberapa pergeseran kegiatan, dengan harapan agar program dapat terwujud dan terimplementasi dengan baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang secara garis besar adalah mengenai sistematika perubahan besaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah,.

Secara keseluruhan pendapatan daerah direncanakan bertambah sebesar Rp 107,421 miliar lebih dari anggaran semula sebesar Rp 1,307 triliun lebih sehingga setelah perubahan menjadi sebesar Rp 1,415 triliun. Penambahan tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah yang semula sebesar Rp 300 miliar bertambah, sehingga setelah perubahan menjadi sebesar Rp 367,503 miliar lebih. Untuk dana perimbangan yang semula sebesar Rp 930,373 miliar lebih bertambah menjadi sebesar Rp 970,292 miliar lebih. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun anggaran 2017 ini tidak mengalami perubahan dari anggaran dari semula yang berada pada angka Rp 77,409 miliar lebih.

Belanja daerah pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 dari anggaran semula sebesar Rp 1,358 triliun lebih, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 1,536 miliar lebih. Dengan adanya rencana pendapatan bertambah sebesar Rp 107,421 miliar lebih dan belanja bertambah sebesar Rp 177,573 miliar lebih, terdapat defisit sebesar Rp 70,151 miliar lebih yang di tutupi melalui silpa Tahun Anggaran 2016. Selain itu dalam rangka penajaman pencapaian kinerja program/kegiatan pada masing-masing SKPD telah dilakukan pula beberapa revisi anggaran yang tidak bersifat menambah atau mengurangi dana, melainkan hanya dilakukan pergeseran antar kode rekening.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here