MATARAM – Pukul 12.45 Waktu Indonesia Tengah, klompok terbang (kloter) I Jemaah Haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah terbang dari Lombok International Airport. Sebanyak 450 orang diberangkatkan menumpang pesawat Boeing 747 seri 400 milik maskapai Garuda Indonesia. Keseluruhan sebanyak 10 kloter utuh ditambah satu kloter campuran sebanyak 4.510 orang diiberangkatkan hingga 25 Agustus 2017.

Semula ada 4.514 orang yang sudah siap diberangkatkan. Namun, empat orang dibatalkan karena alasan sakit dua orang dan yang meninggal dunia dua orang.

Pelepasan pertama dilakukan oleh Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi di Asrama Haji NTB, Jum’at 11 Agustus 2017 malam. Menurutnya, panggilan Allah itu istimewa, tidak diberikan kepada semua orang. Selain ibadah haji adalah suatu perjalanan istimewa dan khusus. Ibadah haji adalah hidayah. Dikatakan bahwa naik haji itu bukan urusan mampu atau tidak mampu dan mau. ‘’Tetapi urusan hidayah,” katanya.
Karena itu, ia berharap apa yang menjadi harapan seluruh jamaah calon haji ketika berada di tanah suci dapat di ijabah dan dipenuhi. Menurutnya, haji adalah suatu perjalanan istimewa dan khusus. Ibadah haji menurut Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) adalah hidayah. “Naik haji itu bukan urusan mampu atau tidak mampu dan mau, tetapi urusan hidayah,” ujarnya.
Karena itu, gubernur berharap apa yang menjadi harapan seluruh jamaah calon haji ketika berada di tanah suci dapat di ijabah dan dipenuhi.
Disamping itu, Zainul Majdi juga mengajak kepada seluruh jamaah calon haji mengikuti aturan dan anjuran yang disampaikan Kementerian Kesehatan selama berada di tanah suci. Tidak hanya itu, ia juga meminta para jamaah tetap bersabar dan mengikuti seluruh arahan panitia haji.
General Manager LIA I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan adanya penerbangan perdana haji NTB menggunakan Boeing 747 seri 400 tersebut adalah pertama kalinya. ‘’Jumlah keseluruhan yang diberangkatkan meningkat,’’ katanya. Kalau semula karena renovasi Masjidil Haram, NTB dijatah memberangkatkan terbatas.

Pesawat yang mengangkut penerbangan haji sendiri sudah mendarat sejak Jumat 11 Agustus 2017 siang di LIA Pukul 13.20 WITA. Pesawat yang mengangkut penerbang haji pada tahun ini berbeda jenis pada tahun sebelumnya, dimana tahun sebelum menggunakan Airbus 330-300 dan pada tahun ini menggunakan Boeing 747-400 yang dapat mengangkut lebih banyak jamaah haji.

Ardita menambahkan, LIA telah menyiapkan beberapa fasilitas untuk menunjang penerbangan haji kali ini, dimana PKP-PK yang sebelumnya berada pada kategori 7 ditingkatkan menjadi kategori 8. Dipastikan kesiapan fasilitas serta peralatan pendukung angkutan haji tahun 2017 bersama Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, dan Otoritas Bandar Udara Wilayah IV serta instansi terkait lainnya.

Menurut Ardita, memang akan ada beberapa jadwal keberangkatan haji yang bersamaan dengan penerbangan reguler. “Tapi kami sudah antisipasi dengan memanfaatkan secara maksimal waktu yang ada agar tidak berdampak pada operasional bandara“ ucap Ardita.

Boing 747 Seri 400 memiliki kapasitas muatnya mencapai 455 orang. Sebelumnya, CJH NTB diangkut oleh pesawat Airbus 330 seri 200 yang kapasitas angkutnya 360 orang. Jika menggunakan Boing 747 – 400 tersebut, sebanyak 4.476 orang CJH NTB dilayani Garuda membaginya dalam 10 kelompok terbang (kloter) ditambah tersisa 14 orang yang akan digabung dengan kloter daerah lain. Selama ini, jika ada sisa CJH digabungkan dengan CJH asal Sulawesi Selatan. Waktu tempuh penerbangan dari Lombok ke Jedah mencapai 10 jam.

LIA yang memiliki landas pacu 2.750 meter ini sejak 2011 digunakan sebagai bandar udara baru di Lombok, mulai tahun 2012 lalu digunakan sebagai embarkasi dan debarkasi haji. Semula NTB meminta diberikan fasilitas pesawat Boing 777 yang lebih besar namun kapasitas seatnya lebih sedikit yaitu 399 orang.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here