MATARAM – Sudah dua kali membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018, ternyata kuota 400 orang mahasiswa baru Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok belum terpenuhi. Untuk menjaring bakal calon pekerja hotel perjalanan pariwisata di Lombok, Poltekpar Lombok membuka ulang pendaftaran hingga Senin 31 Juli 2017 besok.

Direktur Poltekpar Lombok Hamsu Hanafi memberikan keterangan perpanjangan gelombang kedua tersebut di kampusnya, Sabtu 29 Juli 2017. ‘’Kami meningkatkan penerimaan jumlah mahasiswa baru untuk memenuhi kebutuhan,’’ katanya.

Semula tahun pertama penerimaan mahasiswa baru 2016-2017, Poltekpar Lombok hanya menerima 120 orang mahasiswa untuk empat program studi D4 Pengaturan Perjalanan, D3 Seni Kuliner, D3 Divisi Kamar, dan D3 Tata Hidang. Untuk kepentingan penyediaan kebutuhan tenaga kerja hotel di Kawasan Pariwisata Mandalika Lombok (KPML), penerimaan mahasiswanya ditingkatkan menjadi 400 orang.

Diperkirakan dalam waktu lima tahun mendatang, di KPML yang digarap Indonesia Tourism Devlopment Corporation akan siap dibuka lima hotel berbintang yang kebutuhan tenaga kerjanya mencapai 5.000 orang. Telah diterima melalui Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi Akademi & Politeknik Pariwisata (SBMSTAPP) sebanyak 140 orang dan melalui Seleksi Masuk Mandiri Poltekpar Lombok (SMMPL) sebanyak 190 orang atau keseluruhan telah diterima 330 orang. Masih tersisa jatah mahasiswa baru 70 orang. Sebenarnya jumlah pendaftar ada 450 orang. Tetapi persyaratan kesehatan menggugurkan calon mahasiswa. ‘’Bukan karena cacat atau pendek. Masalah kesehatan yang tidak bisa ditolerir,’’ ujar Hamsu Hanafi.

Poltekpar Lombok adalah di bawah Kementerian Pariwisata yang sinergi dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akademi Pariwisata Medan dan Poltekpar Makassar dan terakhir Poltekpar Palembang. Kuliah di sini, yang memberikan kesempatan 70 persen praktik kerja mahasiswa memperoleh subsidi pemerintah hingga 80 persen. Jika kebutuhan pembiayaan satu semester sekitar Rp 25 juta maka biaya kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa di Poltekpar Lombok per semester hanya Rp 2,05 juta. Bandingkan jika harus mengikuti perkuliahan swasta di Jakarta yang biayanya hingga Rp 60 juta. Jika berprestasi malah disiapkan beasiswa.

Menurut Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Poltekpar Lombok Farid Said, mahasiswa baru yang terbanyak memilih program studi D4 Pengaturan Perjalanan. ‘’Favorit hingg 40 persen jumlah pemilihnya,’’ ucapnya. Yang dibutuhkan berkaitan dengan pelayanan adalah Tata Hidang tetapi peminatnya paling rendah. ‘’Terkesan oleh mereka melayani itu seperti babu. Padahal tamatannya paling cepat mandiri,’’ katanya.

Dikatakan bahwa keluaran sekolah pariwisata ini sebanyak 99 persen terserap asal tidak pilih-pilih pekerjaan. ‘’Kalau yang tidak terserap itu karena pilih-pilih pekerjaan,’’ ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here