MATARAM – Di Nusa Tenggara Barat (NTB), penyalahgunaan narkotika dan obat obatan berbahaya (narkoba) tercatat telah dilakukan 51 ribu orang. Jumlah tersebut belum termasuk yang tidak tercatat. Jumlahnya bisa lebih banyak dari yang tercatat.

Keadaan penyalah gunaan narkoba tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin sewaktu memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang berlangsung di halaman Monumen Bumi Gora – Jalan Udayana Mataram, Ahad 16 Juli 2017. ‘’Mari tingkatkan kewaspadaan. Saat ini NTB telah menjadi daerah yang terbuka,’’ katanya.

Menurutnya, tantangan berat saat ini adalah maraknya peredaran zat psikoaktif baru yang sangat berbahaya. Mengutip data Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (United Nations Office on Drugs and Crime – UNODC), telah ditemukan 644 zat baru yang bersifat psikoaktif.

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 tahun 2016 tentang perubahan penggolongan narkotika, hanya diatur sebanyak 43 jenis. Hal inilah yang perlu diantisipasi dengan mengoptimalkan peran masyarakat melalui pemberdayaan keluarga keluarga Indonesia. ‘’Sebagai benteng pencegahan dan Peredaran gelap narkotika, ‘’ ujarnya.

Dikatakan bahwa partisipasi masyarakat adalah kata kunci dalam menangkal bahaya narkotika. Oleh karenanya, ia meminta unsur terkait diminta untuk mengedukasi malalui sosialisasi, edukasi dan pelatihan keterampilan agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba dan lebih memilih kehidupan lain yang lebih baik.

Oleh karena itu, meminta komitmen semua komponen anak bangsa untuk peduli dan bergerak bersama memerangi penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengajak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini NTB telah menjadi daerah yang terbuka, dengan adanya rute penerbangan internasional di NTB.

Diingatkannya, bahwa sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi -JK telah menetapkan “Indonesia Darurat Narkoba” dan menyerukan “Perang terhadap Narkoba”. Bagi pelakunya, kata Amin, akan dihukum berat dan tidak ada kompromi bagi bandar narkoba.

Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan luar biasa dan juga berkaitan erat dengan kejahatan trafficking dengan modus operandi yang semakin canggih. Jika setiap tahun ribuan orang, bahkan jutaan orang dijebak dengan narkotika dan terjerumus dalam belenggu kejahatan perdagangan orang, maka bangsa Indonesia akan kehilangan generasi. Dengan kehilangan generasi berarti kehilangan kekuatannya. Karena dampak yang ditimbulkan dari zat zat adiktif tersebut adalah merusak mental dan fisik penggunanya.

Oleh karenanya, Muhammad Amin mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. ‘’Mari kita jauhi narkoba dan perangi kejahatan tersebut dengan memberi sanksi seberat beratnya kepada para pelaku/pengedar dan bandar barang haram,’’ ucapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Prov. NTB Sukisto, menyampaikan bahwa harus ada sosialisasi kepada masyarakat, karena masyarakat kita bepikir bahwa korban penyalahgunaan narkoba pasti akan masuk penjara. Padahal didalam UU yang baru mengatur bahwa barang siapa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba dengan kesadaran sendiri dan melaporkan dirinya, maka akan direhabilitasi/diobati secara gratis.

Karenanya, ia berharap, manakala ada tetangga,kerabat atau orang-orang disekitar yang terindikasi narkoba, dihimbaunya untuk segera dilaporkan ke BNN Provinsi atau BNN Kabupaten/Kota. ‘’Agar bisa direhabilitasi, bukan dipenjara,’’ katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here