TIMIKA – Setelah Kamis 13 Juli 2017 malam, safari dakwah di Masjid Agung Sudirman Denpasar Bali, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi, menjadi khotib dan imam salat Jum’at di Masjid Babussalam Timika Papua, Jum’at 14 Juli 2017 siang tadi. Dijadwalkan di Timika selama dua hari Jum’at – Sabtu 14-15 Juli 2017.

Kehadirannya di Bandara Mozes Mimika pukul 6 pagi waktu setempat disambut oleh Ketua DPRD Kabupaten Mimika Elminus B Mom bersama Asisten Pemerintahan Damianus K dan Ketua MUI Ustadz HM Amin.

Muhammad Zainul Majdi, 45 tahun, yang doktor tafsir Al Qur’an tamatan Universitas Al Azhar Kairo ini disambut dengan prosesi tarian adat Kamoro sebuah tarian penyambutan tamu kehormatan dari Suku asli Kabupaten Mimika, yang diawali pengalungan tas secara adat dan pemasangan topi yang terbuat bulu burung Cendrawasih.

Dalam tradisi masyarakat setempat, penjemputan dengan penyematan topi bulu burung Cendrawasih merupakan simbol kehormatan yang luar biasa atau keberkahan karena burung Cendrawasih dipercaya sebagai burung yang dikirim dari surga.

Setelah menjadi khotib dan imam di Masjid Babussalam – masjid terbesar di Kabupaten Mimika Papua, Zainul Majdi diundang secara khusus oleh pengurus Yayasan Masyarakat Muslim PT Freeport Indonesia untuk mengimami salat Ashar dan memberikan tausyiah di Masjid Baiturrahim di kompleks areal tambang.

Di Masjid ini TGB disambut Ketua Yayasan Masyarakat Muslim PT.Freeport Indonesia H. Firmansyah bersama ribuan jamaah yang merupakan pejabat dan karyawan. Menurut Firmansyah bahwa dari 32.000 karyawan Freeport, sekitar 50 persen diantaranya beragama Islam. Sehingga setiap hari masjid tersebut selalu diramaikan dengan kehadiran karyawan yang beribadah di Masjid Baiturrahim yang didisain oleh arsitek dari Spanyol. “Kami sangat bahagia dapat dikunjungi oleh Tuan Guru, karena hanya ada dua tokoh nasional dan pejabat negara yang pernah mengunjungi masjid ini yaitu Presiden Soeharto dan TGB sendiri,’’ ujar Firmansyah.

Dalam khotbahnya di Masjid Babussalam, Zainul Majdi yang akrab disapa tuan guru bajang (TGB) itu mengajak seluruh jamaah untuk terus merawat dan menjaga apa yang sudah diamanatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu Iman dan Taqwa. Wujud dari keimanan dan ketawaan tersebut adalah mengisi kehidupan dengan kebaikan-kebaikan. “Allah cinta kepada orang yang menyebarkan kebaikan,” katanya..

Dijelaskan oleh TGB, sesuai Sabda Rasulullah ada tujuh kebaikan yang akan terus mengalir pahalanya bagi orang yang melaksanakannya. Meski orang tersebut telah meninggalkan dunia fana ini.

Menurut TGB, Manfaat dari ketakwaan akan kembali pada diri kita sendiri. Sebaliknya jika kita hidup diatas dunia, hanya mengikuti hawa nafsu saja, Tidak peduli tuntunan agama. Tidak peduli halal atau haram, ia mengingatkan kepada para jemaah bahwa mudaratnya juga akan kembali menimpa diri sendiri.

Karena itu, takwa, menurut Zainul Majdi, harus diamalkan dalam wujud menjalani kehidupan di dunia ini dengan penuh kehati hatian dan kewaspadaan. Ucapan harus benar-benar dipastikan adalah ucapan yang baik. “Perilaku, sikap dan tindakan juga harus memiliki dasar yang baik serta membawa kemaslahatan untuk diri dan orang lain,” ujarnya.

Tujuh kebaikan itu ialah pertama, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, kemudian orang tua yang mendidik anaknya menjadi anak saleh, orang yang mewariskan mushaf atau kitab-kitab keagamaan. Selanjutnya orang yang membangun masjid, dan orang yang membangun rumah singgah yang dapat dimanfaatkan oleh para musyafir serta orang yang membuat saluran air untuk kepentingan orang banyak, dan terakhir harta yang disedekahkannya.

Sewaktu berbicara di Masjid Baiturrahim, TGB mengatakan pendiri masjid telah mengalirkan energi kebaikan dan harus terus dijaga. Dijelaskannya, bahwa didalam Islam satu hal yang selalu diapresiasi tanpa dilihat skalanya adalah inisiatif dan kepeloporan dalam kebaikan. Rasulullah pun sangat mengapresiasi sahabat sahabat yang mempelopori kebaikan. TGB mencontohkan bahwa Usman bin Afan adalah salah satu pelopor dari kemajuan di kota madinah di masa lalu termasuk memelopori kebaikan kebaikan.

Penghafal Al Qur’an lulusan terbaik Kairo Mesir itu, mengingatkan dan menghimbau jamaah yang sebagian besar merupakan pimpinan dan karyawan PT.Freeport Indonesia agar dapat menyikapi situasi perusahaan terkini dengan bijak dan tetap bersemangat untuk menunjukkan kinerja terbaik.

Sebab menurutnya sifat untuk memelihara harapan baik adalah bagian dari karakter umat Rasulullah. Situasi apapun dalam hidup bisa saja berganti dan berubah. ‘’Tetapi kita diajarkan oleh agama untuk tetap memelihara optimisme kita. Karena optimisme adalah masa depan, ” ucapnya.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here