TIMIKA – Dalam diskusi lintas agama yang berlangsung di kota Timika Papua, Jum’at 14 Juli 2017 malam, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi menyatakan keberagaman dalam pandangan agama adalah sunatullah. Menentang keberagaman berarti menentang sunatullah.

Menurutnya, ketika ditakdirkan hidup ditempat yang sama dalam keberagaman adalah kehendak dari Tuhan. Jadi tugas besar untuk menjaga dan merawat Republik Indonesia ini adalah tugas seluruh umat beragama, tanpa kecuali. ‘’Harus diwujudkan dalam satu kata toleransi yakni sikap dan hati yang ikhlas menerima perbedaan,’’ kata Zainul Majdi doktor ahli tafsir alumni Universitas Al Azhar Kairo dan penghafal Al Qur’an tersebut.

Menurut tuan guru bajang (TGB) demikian sebutan sehari-harinya di Lombok, di NTB walaupun mayoritas penduduknya muslim namun tidak ada hal yang merusak keharmonisan dalam interaksi dengan umat lain. Kuncinya, kata TGB adalah terus bersama mencari persamaan-persamaan. Interaksi di ruang publik adalah lebih banyak membicarakan petsanaan dan perbedaan tidak dimunculkan ke ruang publik. “Perbedaan jangan diperdebatkan, apalagi dibawa keranah publik,” ujarnya.

Zainul Majdi yang juga ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan – organisasi sosial pendidikan dan dakwah Islamiyah hadir di Timikan diundang oleh Majelis Ulama Indonesia dan Forum Kerukungan Umat Beragama Kabupaten Mimika Papua menghadiri acara dialog dengan pemerintah daerah dan para tokoh lintas agama di Mimika, Jumat 14 Juli 2017 malam di Kabupaten Mimika Papua.

Ia mengajak semua peserta dialog untuk melihat Indonesia dari dua sisi. Pertama, harus diyakini bahwa Indonesia dengan segala keberagaman dan kekayaannya adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, dari sisi yang lain harus diingat pula bahwa Indonesia adalah akumulasi dari hasil perjuangan panjang seluruh anak bangsa. ‘’Dari perspektif tersebut, maka menurutnya kewajiban kita bukan sekedar hanya mensyukurinya tapi juga merawat dan menjaganya dengan sebaik-baiknya,’’ ucapnya.

Ketua DPRD Mimika Papua Elminus B Mom dan Asisten Pemerintahan Damianus K hadir dalam dialog tersebut. Damianus K dalam sambutannya menyebutkan bahwa Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi sebagai tokoh muda, tokoh bangsa dan tokoh pejuang dari NTB. Dia mengistilahkan pertemuan tersebut sebagai nikmat dari Tuhan yang harus disyukuri.

Dijelaskannya bahwa visi dari pemerintah Kabupaten Mimika adalah membangun Mimika yang aman, damai dan sejahtera. Ia mengungkapkan masyarakat Mimika dari berbagai etnis dengan perbedaan nilai-nilai yang dimiliki adalah kekuatan dalam membangun. ‘’Toleransi umat beragama di Mimika sangat terjaga,’’ ucapnya. Sejak kabupaten tersebut dibentuk tahun 1996 hingga saat ini.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here