MATARAM – Untuk cegah adanya pungutan liar (pungli) di sekolah, selama dua hari 487 kepala sekolah, calon kepala sekolah dan pengawas pengawas pendidikan diberikan pembekalan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua hari Selasa-Rabu 11- 12 Juli 2017.

Melibatkan Tim Saber Pungli dan empat rektor perguruan tinggi swasta yaitu dari STKIP Hamzanwadi, IKIP Mataram, STKIP Bima dan Universitas Samawa, para kepala sekolah diberikan wawasan anti korupsi utamanya mengenai aturan pungutan dan sumbangan pendidikan sebagai upaya preventif mencegah kasus pungli di sekolah. Pentingnya pada penyelenggara pendidikan memiliki komitmen tinggi menjaga integritas. ”Salah satunya membentengi diri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

Ia mengingatkan para pendidik agar taat asas dan mengikuti prosedur atau standar standar yang sudah ditetapkan, terutama dalam pengelolaan keuangan. “Khusus untuk pengelolaan belanja keuangan atau pungutan, jangan ada inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu penting untuk menghindari jangan sampai institusi pendidikan sebagai tempat yang mulia, tempat anak-anak menimba ilmu, menjadi tercoreng karena dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang berkepentingan. Karenanya, untuk mewujudkan pendidikan yang berintegritas, dibutuhkan keteguhan komitmen dari seluruh pihak.

Zainul Majdi mengajak seluruh pengelola pendidikan di NTB agar menyikapi peralihan kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat menengah atas (SMU/SMK) ini dengan menampilkan kinerja dan ikhtiar terbaik. Artinya pelimpahan kewenangan itu harus dapat secara nyata berkontribusi meningkatkan sektor pendidikan di NTB secara keseluruhan.

Ia menyatakan pendidikan sebagai salah satu sektor dengan regulasi yang cukup kaya. Misalnya, dalam hal penerapan kurikulum, butuh waktu bertahun tahun untuk memutuskan apakah kurikulum tersebut sudah sesuai atau tidak.

Sebagai salah satu unsur dalam satuan pendidikan, maka untuk mewujudkan generasi yang berkualitas dan berkarakter, ia menitipkan harapan kepada para guru dan kepala sekolah, untuk mampu mengintegrasikan secara utuh tiga hal dalam mendidik. Yaitu Transfer pengetahuan kognitif kepada peserta didik. Kemudian transfer nilai nilai baik, dan yang terakhir guru juga harus mampu mendorong , memotivasi serta memfasilitasi peserta didik melakukan penjelajahan intelektual

Kemudian, secara spontan mengajak seluruh undangan yang hadir untuk berdiri dan bersama sama menyanyikan lagu hymne guru dan Indonesia Jaya. “Lagu-lagu yang dapat menggugah kecintaan kita kepada guru dan tanah air,” ucap Zainul Majdi yang disambut tepuk tangan dari para kepala sekolah dan pengawas tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Muhammad Suruji, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan pembekalan selama dua hari itu dihajatkan agar kedepan tidak ada lagi kasus kasus yang menjerat pelaku utama pendidikan dalam mengelola keuangan sekolah. Pada saat itu, ia juga sempat melaporkan kepada Gubernur kondisi terakhir perkembangan penerimaan peserta didik sekolah menengah yang sudah digagas dengan sistem baru (sistem zona). “Alhamdulillah di NTB berjalan lancar dan aman, tanpa menolak seperti di daerah lain,” katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here