MATARAM – Menindaklanjuti perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani pada 20 Juni 2017 lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (BI NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah berfokus dalam memasyarakatkan metode bercocok tanam bawang putih dengan konsep total organik.

Bertempat di Aula Kantor Camat Sembalun, Senin – Selasa 10-11 Juli 2017, Bank Indonesia NTB menghadirkan pakar pertanian organik yakni Prof. Dr. Ir. Sobir (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Bagus Kukuh (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Bandung) untuk memberikan pengetahuan secara lengkap terkait metode tanam total organik.

Diikuti puluhan petani bawang putih Sembalun tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Camat Sembalun, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Dinas Pertanian Lombok Tengah, serta Manajer Pengembangan UMKM Bank Indonesia NTB Ni Nyoman Sariani. Sosialisasi tersebut merupakan lanjutan dari pelaksanaan pelatihan-pelatihan sebelumnya terkait pembuatan pupuk serta pestisida organik.

Menurut Nyoman Sariani, dalam rangka swa sembada bawang putih tahun 2019 Sembalun ditetapkan sebagai sentra bibit bawang putih nasional dengan penanaman pada September-Oktober 2017 seluas 2.000 hektar (ha) dan Kabupaten Temanggung seluas 1.000 ha. Sembalun berpotensi sangat besar untuk menjadi menjadi sentra produksi bawang putih nasional, mengingat 48 persen produksi bawang putih nasional disumbang oleh Provinsi NTB.

Hal tersebut menjadi fokus Bank Indonesia untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih sembalun, dengan menggunakan metode total organik baik dari aspek bibit, pupuk, maupun pestisida. Dengan menerapkan metode total organik tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi kesehatan manusia maupun hara tanah. Selain itu, konsep total organik juga dianggap ramah lingkungan karena menggunakan pupuk organik dari pengolahan limbah maupun kotoran hewan sehingga limbah yang ada juga memiliki nilai tambah.

Sobir dalam paparannya menekankan pentingnya bercocok tanam dengan cara yang sehat sehingga turut mendukung kesehatan masyarakat. Sobir juga menyampaikan bahwa untuk meningkatan produktivitas bawang putih organik dapat dilakukan melalui penguatan kelompok dan perbaikan teknik budidayanya. ”Varietas benih pun harus dipilih secara selektif agar menunjang kualitas umbi bawang,” ujarnya.

Bagus Kukuh mengingatkan bahwa untuk mencapai tingkat produksi tinggi pola pengairan harus diperhatikan, Karena bawang putih membutuhkan pasokan air dari penanaman sampai dengan menjelang panen. Selain itu, Bagus juga menggaris bawahi terkait pengendalian hama secara preventif, dimana pengendalian hama tidak dilakukan pada saat terserang hama namun dilakukan jauh sebelumnya dengan jalan penentuan waktu tanam. ”Pengendalian hama dengan menggunakan tanaman border berupa jagung secara rapat, dipandang menjadi salah satu solusi yang cukup efektif,” ucapnya.

Selain melaksanakan acara sosialisasi, Tim Bank Indonesia NTB bersama nara sumber dan kelompok meninjau langsung kondisi lahan tanam seluas 1,1 hektar yang akan digunakan sebagai demplot penanaman bawang putih. Bank Indonesia meyakini bahwa apabila hal ini dilaksanakan secara konsisten dan tepat prosedur, maka bukan tidak mungkin kejayaan bawang putih di sembalun akan terwujud.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here