MATARAM – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang mengambil alih tambang Batu Hijau dari tangan PT Newmont Nusa Tenggara sejak enam bulan terakhir ini siap menambang fase tujuh. Selain itu, juga memulai eksplorasi kembali blok Elang di Kabupaten Sumbawa dan membangun smelter senilai US $ 2,3 miliar yang dapat memurnikan konsentrat tambang sehingga tidak perlu mengalami kendala ekspor.

Kepala Departemen Komunikasi AMNT Ruby W Purnomo menjelaskan rencana tersebut sewaktu Halal Bihalal di Golden Palace Hotel di Mataram, Selasa 11 Juli 2017 siang. ”Kesemunya dilakukan awal 2018 mendatang,” katanya meyakinkan.

Menurutnya, AMNT memastikan rencana pengelolaan tambang blok Batu Hijau dan bahkan blok Nangka – keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat dan blok Elang di Kabupaten Sumbawa. ”Tidak ada keraguan. AMNT sudah melakukan keseriusan.

Ruby W Purnomo memastikan eksploitasi fase tujuh Batu Hijau, membangun smelter, dan eksplorasi Elang tersebut menjawab konfirmasi. Ia menyatakan penambangan fase tujuh merupakan daya dorong membangun smelter dan yang lainnya akan berlangsung hingga 2028. Eksploitasi fase tujuh ini yang mendorong dibangunnya smelter. Sebelumnya tanpa fase tujuh dan melanjutkan blok Elang dan Rinti memang tidak feasible,” ujarnya.

Pembangunan smelter akan berlangsung selama empat tahun – yang dapat memurnikan hingga dua juta ton konsentrat setahunnya, menghasilkan produk industri ikutan lainnya diantaranya seperti petro kimia.

PT AMNT adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh PT Amman Mineral International (AMI) sebesar 82,2 persen dan PT Pukuafu Indah sebesar 17,8 persen. AMI dimiliki oleh PT AP Investment dan PT Medco Energi International TBK. Rencananya AMNT akan melakukan penawaran umum perdana saham perusahaan untuk masyarakat umum. ”Kami juga menyiapkan initial public offering saham AMNT,” ucap Ruby W Purnomo.

Sejak Tahun 2000 hingga Tahun 2016, eksploitasi tambang Batu Hijau sudah menghasilkan konsentrat yang mengandung tembaga, perak dan emas keseluruhannya 12.131.122 metrik ton atau rata-rata pertahun 713.595,4 metrik ton. Selama dua kwartal pertama 2017 menghasilkan 273.052 metrik ton konsentrat. Fase tujuh ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Tahun 2028.

Per Desember 2016, Batu Hijau memiliki cadangan bijih terbukti 172,48 juta metrik ton, 374,89 juta metrik ton cadangan bijih terkira. Sedangkan untuk blok Batu Hijau dan Elang memiliki 399,76 juta metrik ton cadangan biji tereka, 2,09 miliar metrik ton cadangan biji terunjuk dan 290,25 juta metrik ton cadangan bijih terukur.

Untuk kepentingan pengamanan pembiayaan, AMNT yang memiliki 3.517 orang karyawan sedang melakukan restrukturisasi tenaga kerja (RTK). Sudah sebanyak 1.325 orang karyawan berusia lebih dari 45 tahun mengajukan pensiun dini atau mengundurkan diri.

Catatan kontribusi ekonomi Batu Hijau, disebutkan bahwa selama 16 tahun beroperasi, dari pajak royalti, dividen, biaya dan pembayaran lainnya yang dikeluarkan mencapai US $ 4,941 juta atau setahun terakhir saja 2016 sebesar US $ 952.286.

Untuk pembayaran gaji, pembelian dalam negeri, pembangunan daerah dan investasi dalam negeri yang dikeluarkan US $ 6,713 juta atau setahun terakhir saja 2016 sebesar US $ 463.563.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here