MATARAM – Tradisi Lebaran Topat (Ketupat) menyambut setelah puasa Syawal 1438 H berlangsung di berbagai lokasi se pulau Lombok. Puluhan ribu orang warga yang plesiran bersama keluarga memadati pantai di berbagai lokasi mulai dari Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendukung keramaian di Pantai Loang Baloq Kecamatan Sekarbela Mataram, menampilkan atraksi tari sakral Topat Tanda Tauhid dan musik Marawis. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan Pesona Topat Mentaram mulai tahun ini akan menjadi event berkelanjutan dan dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. ”Ya harapannya agar potensi yang sudah ada di Kota Mataram memiliki magnit juga bagi kunjungan wisatawan, terutama untuk city tour dan lainnya,” kata Faozal.

Di kota Mataram, Walikota Ahyar Abduh melakukan ziarah kubur Loang Baloq Sekarbela sebelum bertemu warga yang plesiran di pantai. Di Makam Bintaro yang berdekatan dengan pantai Ampenan dilakukan oleh Wakil Walikota Mataram Mohan Roliskana.

Memeriahkan Lebaran Topat tersebut, penyelenggara juga menyiapkan lomba bikin ketupat, lomba dulang pesaji (sajian makanan) dan lomba panah amatiran. “Ini lomba panah amatir untuk hiburan masyarakat,” ujar Camat Sekarbela Cahya Samodra.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan olahraga panahan ini, untuk membentuk karakter ksatria Muslim yang tangguh dan fokus.

Selain itu juga ada prosesi Topat Agung yang berbentuk susunan ribuan ketupat yang dibentuk menjadi Masjid Tumpang Telu. Dasarnya melambangkan implementasi syariat Islam, lantai satu (L1) implementasi Tarekat, L2 Hakikat, dan L3 Makrifat.

Walikota Mataram Ahyar Abduh mengatakan lebaran ketupat merupakan ritual adat yang menjadi tradisi masyarakat Lombok, termasuk di Kota Mataram. Lebaran topat ini dilaksanakan untuk para muslimin yang sudah berhasil melaksanakan puasa sunah selama 6 hari pertama di bulan Syawal. Sunah Rasul menyebutkan, barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan penuh ditambah enam hari di bulan Syawal, maka setara dengan setahun puasa pahalanya.

Dengan event Pesona Topat Mentaram diharapkan Mataram bisa menjadi magnet untuk wisatawan. Selain itu, agar warga Kota Mataram tidak pergi ke luar kota sehingga mengurangi resiko kemacetan lalulintas. “Di Lombok, kalau belum lebaran topat, belum selesai rasanya berlebaran,” ucap Ahyar Abduh.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid melakukannya di Pantai Duduk Kecamatan Batu Layar yang berdekatan dengan kawasan wisata Senggigi. Lebaran Topat yang disebut Fauzan Khalid sebagai Lebaran Nine (lebaran perempuan) karena sebelumnya kita ibadah puasa sebulan lalu disusul dengan Idul Fitri, antar sesama menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi dan puasa Syawal. ”Alhamdulillah hari ini dapat laksanakan lebaran Topat sebgai penutup melaksanakan ibadah puasa Syawal,” katanya.

Di Kabupaten Lombok Utara, Lebaran Topat dipusatkan di Pantai Beraringan Kayangan yang dimulai pukul 8 pagi diisi dengan perlombaan “Dulang Ketupat (Rangkaian Ketupat)” dan kegiatan Begibung (makan bersama) diikuti oleh peserta dari masing-masing perwakilan Kecamatan yang dihadiri sekitar lima ribu orang.

Di Kabupaten Lombok Tengah, Lebaran Topat dipusatkan di Benang Stokel Dusun Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara juga dilakukan makan ketupat bersama (begibung).

Di Kabupaten Lombok Timur, di Lapangan Taman Tugu Selong Kecamatan Selong.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here