MATARAM – Setelah sepekan menjadi imam salat Tarawih di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB) pemimpin Ahli Qira’at dari Lebanon Prof. Dr. Syaikh Khalid Barakat, kagum dengan NTB, khususnya pelaksanaan sholat tarawih yang berlangsung di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center selama bulan ramadhan ini.

Syaikh yang telah mengimami sholat tarawih di berbagai negara di dunia, seperti Amerika, Inggris, Australia, Perancis dan negara-negara lainnya tersebut, mengaku selama mengimami sholat tarawih di NTB, mendapatkan kesan yang sangat menarik dan belum pernah ditemukan di negara-negara lain adalah ia diminta mengimani shalat Tarawih dengan bacaan yang berbeda- beda. Itu hanya terjadi di NTB.

“Ini merupakan suatu kepeloporan yang bagus. Maksudnya adalah agar umat Islam itu mengapresiasi perbedaan,” kata Syaikh Khalid bersama Guru Besar Universitas Al Azhar Kairo Syaikh Muhammad Nasr Addusuqi Al- Abbani saat diterima Gubernur NTB Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi di Pendopo Gubernur, Jum’at 16 Juni 2017.

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu, menceritakan kesan positif dan kekaguman Syaikh asal Libanon terhadap umat islam di NTB yang mampu mengapresiasi perbedaan. Bahwa pelaksaan sholat tarawih dengan qira’at imam yang berbeda-beda, mengisyaratkan pelaksanaan ibadah selama ini tidak satu yang benar. Tapi banyak hal lain juga diamalkan dan berlaku di seluruh penjuru dunia Islam yang juga merupakan praktek yang benar. “Sehingga, kita tidak mudah menyalahkan pihak lain, tidak mudah menganggap diri kita lebih baik dari yang lain dan kita lebih mengapresiasi perbedaan,” ujar TGB.

Zainul Majdi menginginkan Islamic Center ini berfungsi sebagai salah satu kekayaan peradaban Islam untuk kemanusiaan. “Ini yang harus kita tunjukkan,” ucapnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here