MATARAM – Di Nusa Tenggara Barat (NTB), sektor ekonomi yang berbasis sumber daya alam antara lain pertanian dan pertambangan dalam kurun waktu enam tahun terakhir menunjukan trend kontribusi yang stagnan bahkan cenderung menurun . Sebaliknya, sektor ekonomi yang berbasis jasa terdiri transportasi, akomodasi, perdagangan, dan jasa keuangan menunjukan tren kontribusi yang meningkat . Kondisi tersebut menunjukan adanya pergeseran struktur ekonomi NTB, dari dari sumber daya alam ke jasa-jasa.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Prijono mengemukakan kondisi tersebut sewaktu berbicara Daya Dukung Sektor Keuangan Syariah dalam Mengembangkan Ekonomi Regional, di Islamic Center NTB, Kamis 15 Juni 2017.

Menurutnya, sektor pertambangan terkontraksi signifikan karena tertundanya pemberian izin ekspor. Sektor pertanian tumbuh positif sehubungan dengan momen panen raya pada bulan Maret 2017. Sektor perdagangan dan transportasi mengalami perlambatan. Jika sektor pertambangan dikeluarkan, maka pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan I sebesar 4,59 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,05 persen (yoy). ”Hal tersebut didorong oleh melambatnya investasi,” katanya.

Secara sektoral, PDRB NTB triwulan I-2017 didominasi oleh sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, konstruksi, dan transportasi. Kelima sektor tersebut memegang andil PDRB NTB mencapai 70,08 persen di triwulan I 2017. Nominal PDRB NTB Rp 29,0 Triliun atau 0,91 persen terhadap PDB triwulan IV — 2016 dan Rp 27,9 triliun atau 0,87 persen terhadap PDB Triwulan I – 2017.

Secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik NTB Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan perkembangan ekspor NTB bulan Mei 2017 sebesar US $42.890.168 mengalami penurunan 63.42 persen jika dibandingkan ekspor April 2017 yang bernilai US $ 117.236.839. Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar Mei 2017 adalah barang tambang/galian non migas senilai US $ 42.883.955 (99,99 persen); ikan dan udang senilai US$ 2.602 (0,006 persen) dan buah sebesar US$3.611 (0,004 persen). ”Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya ekspor barang tambang/galian non migas,” ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here