MATARAM – Tahun 2017 ini target perolehan penghimpunan zakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp 10 miliar. Hingga 17 Mei 2017 lalu jumlah yang didapat mencapai Rp 4,7 miliar. Jumlah target perolehan tersebut didapatkan setelah pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTB sehingga zakat para guru-guru SMA disalurkan melalui Baznas NTB.

Pelaksana tugas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB Tuan Guru Haji Munajib Kholid melaporkan target tersebut sewaktu dilakukan penyerahan zakat infaq dan sadaqah dari pejabat tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Selasa 13 Juni 2017. ”Tahun ini mengalami perubahan yang signifikan setelah pengelolaan,” katanya.

Adapun jumlah bantuan yang telah didistribusikan Baznas NTB sampai bulan Juni 2017 sebesar Rp 3,5 miliar. Diantaranya disalurkan untuk Program NTB Cerdas sebesar Rp 2,5 miliar, NTB Makmur Rp 3,3 miliar, Baznas Peduli sebesar Rp 2,5 miliar, NTB Sehat sebesar Rp 450 juta, Guru Tetap Honorer non Sertifikasi sudah ditargetkan sebanyak 1600 orang (madrasah 800 dan Diknas 800 orang), Guru Ngaji 300 orang ditargetkan Rp. 300 Juta, mahasiswa yang sedang penelitian S1, S2, S3 sekitar 300 orang, Siswa berprestasi 1000 orang..

Ia mengharapkan pendistribusian tersebut sebagai salah satu amal kepada Allah SWT agar NTB yang sudah terkenal destinasi syariahnya betul-betul bisa kita kembangkan dan pertahankan.

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi yang juga disebut tuan guru bajang karena usianya masih muda, mengatakan bahwa zakat pada hakekatnya bukan hanya berkaitan dengan orang miskin atau pemberdayaan saja. Tetapi sebenarnya yang pertama sebelum pemberdayaan itu adalah pembersihan. ”Pemberdayaan adalah menyangkut orang yang menerima, sedangkan pembersihan, menyangkut diri sendiri sebagai pemberi zakat,” ujarnya.

Penyerahan zakat, infaq, sadaqah oleh kalangan Pejabat Pemerintah Provinsi NTB yang diawali oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Sekda dan diikuti pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi NTB kepada Baznasi NTB.

Zainul Majdi mengajak semua masyarakat untuk sama-sama merenungkan bahwa zakat tidak hanya bagaimana memberdayakan, membantu orang, dan mengentaskan kemiskinan. Tetapi, yang paling utama adalah menyadari dan mengingat bahwa ini adalah pembersihan diri.
“Mari momentum Ramadhan ini Kita jadikan sebagai penanda dan pengingat untuk membayar zakat,” ujarnya.

Nilai tidak boleh kurang dari 2,5 persen, tetapi boleh lebih, jangan terlalu pas-pasan untuk mengeluarkan zakat. Sebab, pada akhirnya tidak ada perantara yang bisa dimintai pertolongan, semua akan dipertanggungjawabkan segala sesuatunya sendiri.

Kepada Pengurus Baznas, ia berpesan agar program-program yang dibuat oleh Baznas Provinsi NTB betul-betul dikoordinasikan dengan instansi yang terkait, utamanya dari sisi siapa yang akan menerima bantuan/zakat. Diharapkan ke depan agar pada fasiltitas-fasilitas sosial disediakan tempat persinggahan untuk para keluarga yang sedang berobat di Mataram, khususnya masyarakat yang berasal dari luar mataram.

Misalnya dialokasikan beberapa kamar dan disiapkan untuk keluarga yang menemani. Demikian juga untuk beasiswa, TGB meminta agar diperhatikan dari sisi siapa yang pas untuk diberikan bantuan pendidikan. ”Benar-benar dilihat dari latar ekonomi dan prestasinya”, ucapnya.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here