MATARAM — Dalam rangka Festival Pesona Khazanah Ramadan 2017 di Islamic Center NTB, hampir setiap harinya menyajikan beragam kegiatan yang menarik, untuk mengisi ibadah puasa selama sebulan penuh. Salah satunya adalah lomba Dai Cilik yang digelar Museum NTB, sebagai rangkaian untuk memeriahkan kegiatan Pesona Khazanah Ramadan, sejak Senin 12 Juni 2017.

Jumlah pendaftar sangat banyak namun tidak bisa diterima seluruhnya. Mengingat waktu kegiatan yang hanya sehari, dibatasi jumlah peserta sebanyak 24 anak-anak saja, yang berasal dari murid SD (Sekolah Dasar) dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) se Kota Mataram. ”Antusias peserta yang hendak mengikuti kegiatan cuku besar, sehingga terpaksa membatasi jumlah pendaftar,” kata Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) Zubair Muslim.

Biasanya kegiatan lomba Dai Cilik ini digelar di lokasi Museum NTB. Namun khusus pada bulan Ramadhan tahun ini, lokasi acara dipindahkan ke Islamic Center NTB. Hal tersebut merupakan sumbangsih Museum NTB terhadap Festival Pesona Khazanah Ramadan 2017 yang digelar selama sebulan penuh di Islamic Center NTB.

Sebagai penghargaan, nantinya untuk masing-masing pemenang juga akan diberikan hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan. “Untuk hadiah mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk penghargaan kami bagi para siswa berprestasi, ” ujar Zubair.

Selain itu, lomba Dai Cili ini juga sebagai langkah sosialisasi Museum NTB kepada warga yang ramai setiap hari memadati kompleks Islamic Center NTB pada bulan suci Ramadan.

Disampaikan, tidak hanya lomba Dai Cilik saja yang digelar Museum NTB. Sebelumnya pihak Museum NTB juga telah menggelar Eksibisi Kaligrafi pada Ahad 11 Juni 2017, dan Lomba Museum Bercerita pada Selasa 13 Juni 2017. “Selain itu Museum NTB juga memamerkan aneka koleksi benda bersejarah masyarakat NTB selama bulan Ramadan di Ballroom Islamic Center NTB,” ucap Zubair.

Museum NTB akan terus melakukan sosialisasi kepada warga, dengan melakukan berbagai pendekatan, mulai pendekatan Islami lewat lomba Dai Cilik seperti ini misalnya. Mengingat pentingnya fungsi museum dalam pendidikan anak dan pembentukan karakter anak.

Apalagi Museum NTB juga mengemban amanah untuk membentuk karakter anak bangsa, dengan memanfaatkan museum sebagai tempat belajar. “Paradigma museum sekarang sebagai tempat belajar juga. Jadi belajar itu tidak hanya di tempat formal seperti sekolah,” kata Zubair.

Lebih jauh disampaikan Zubair, tingkat kunjungan Museum NTB saat ini rata-rata per hari bisa mencapai 350 orang. Pengunjung adalah kombinasi antara wisatawan nusantara dan mancanegara, termasuk para pelajar. “Museum NTB juga bekerjasama dengan agen perjalanan wisata untuk mengajak tamunya berkunjung ke museum. Biasanya kapal pesiar itu kalau sekali datang ramai sekali,” ujar Zubair. (*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here