MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB memastikan stabilitas ketersediaan bahan pangan dan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadhan tetap terjaga dengan baik. Ia meminta seluruh jajaranya konsen mencegah kemungkinan terjadinya praktek-praktek penimbunan yang menimbulkan kerugian dan gejolak pasar.

Sedangkan kepada seluruh masyarakat, Zainul Majdi mengajak terus meningkatkan persatuan dan kesatuan serta tetap menjaga semangat torelansi beragama yang telah terjalin sangat baik selama ini. Disamping itu, juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu negatif, tidak mudah percaya dengan berita berita bohong (hoax dan fitnah ) di medsos, serta mewaspadai masuknya pengaruh dari paham radikalisme. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersamaan dan memperkuat wawasan kebangsaan. ”Termasuk memperkuat pendidikan agama masing-masing,” katanya.

Khusus sebagai upaya mengawal keberhasilan Program NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS), Gubernur meminta masyarakat agar tidak melakukan pemotongan terhadap sapi betina produktif. Sebab hal itu akan dapat menimbulkan stagnasi populasi sapi, karena induk-induk produktif yang diharapkan dapat menjaga kesinambungan pembiakan sapi, akan tergerus oleh pemotongan untuk daging konsumsi. Oleh karenanya, ia menghimbau semua pihak terkait agar menghindari pemotongan sapi betina produktif, dan pemotongan boleh dilakukan untuk sapi betina yang tidak produktif saja.

Zainul Majdi menyampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) NTB Tarwo Kusnarno didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri NTB Lalu Safi’i, di Pendopo Gubernur NTB, Kamis 8 Juni 2017.

Kunjungan Tarwo Kusnarno tersebut selain silaturrahim sekaligus melaporkan perkembangan isu-isu NTB terkini yang perlu mendapat perhatian semua pihak, khususnya dari Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota se- NTB.

Pada saat itu Tarwo Kusnarno menyampaikan himbauan kepada pemerintah daerah dan pihak pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipatif terkait dengan stabilitas harga pangan selama Ramadhan serta isu-isu yang terkait dengan radikalisme.

Dalam rangka mengeleminir perkembangan isu-isu radikalisme tersebut, Tarwo Kusnarno mengimbau untuk lebih memperhatikan dan memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan. Terutama untuk mengeliminir masuknya ajaran-ajaran menyimpang, yang melahirkan isu-isu radikalisme, penguatan pendidikan perlu ditingkatkan.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here