MATARAM – Dari hasil kunjungan tim Korean Air bertemu manajemen Lombok International Airport, Senin 29 Mei 2017 kemarin, dijadwalkan tahap pertama melakukan empat kali penerbangan carter sampai dengan Agustus 2017. Sedangkan jika sampai Oktober 2017, sebanyak tujuh kali. LIA memberikan slot yang bisa digunakan untuk mendarat di pukul 13 Waktu Indonesia Tengah. Jadwal terbang dari Incheon Korea pukul 7 pagi waktu setempat.

Penjadwalan penerbangan Incheon Korea – Lombok berjarak terbang tujuh jam tersebut disampaikan General Manager PT Persero Angkasa Pura I – LIA I gusti Ngurah Ardita, Selasa 30 Mei 2017 pagi. ”Sebelum reguler dilakukan penerbangan carter dulu. Proses administrasinya diselesaikan dulu,” kata Gusti Ngurah Ardita. Direncanakan maskapai yang bermarkas di Gonghang-dong, Gangseo-gu di Seoul ini akan tiba di Lombok Interanational Airport pada tanggal 29 Juli hingga akhir Agustus.

Untuk keperluan penerbangan Korea – Lombok tersebut akan digunakan pesawat Airbus 330 seri 200 kapasitas muat 300 orang seperti yang digunakan Garuda untuk penerbangan haji dari Lombok ke Jedah. Diperlukan fasilitas sistem pemadaman grade 8. Saat ini LIA memiliki kategori 7. ”Tidak ada masalah karena penanganan pesawat haji tersebut sama. Jadi tinggal meningkatkan sumber daya manusianya saja,” ujar Ngurah Ardita. Selama ini, sehari-harinya LIA didarati pesawat penerbangan reguler Boing 737 seri 300 dan Airbus 330.

Manajemen Korean Air yang untuk kali kedua berkunjung ke LIA, adalah bentuk tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada tanggal 25 April 2017. Dipimpin oleh General Manager South East Asia / Ocenia Route Network Center Passenger Network & Sales Bae Sang Wook dan Regional Manager Indonesia Park Kee Hyun.

Untuk menemui mereka, PT. Angkasa Pura I (Persero) – LIA juga ikut mengandeng Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB. Dalam kunjungan kali ini. PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Lombok International Airport bersama Dinas Pariwisata membuka forum diskusi antara industri pariwisata seperti BPPD, PHRI dan ASITA untuk membahas lebih dalam mengenai target pasar wisatawan yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here