MATARAM – Pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia berada di urutan ke-9 di dunia. Jika asset perbankan syariah (Islamic Banking – IB) dunia sebesar US $ 2 triliun maka di Indonesia asetnya mencapai Rp 358 triliun. Pertumbuhan asetnya mencapai 20,48 persen. Sedangkan dana masyarakat yang disimpan sebesar Rp 286 triliun dan pembiayaan untuk masyarakat sebesar Rp 250 triliun.

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono mengemukakan potensi usaha IB tersebut di sela IB Vaganza yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall di Mataram, Jum’at 19 Mei 2017 sore. ‘’Cukup besar pertumbuhannya,’’ katanya. Karena itu, mengutip Presiden Joko Widodo, Ahmad Sukro Tratmono mengatakan Indonesia akan dijadikan Pusat Keuangan Syariah (Jakarta Islamic Finance Center).

Ia menyebutkan peran perbankan syariah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang asetnya baru Rp 3 triliun malah lebih tinggi yaitu sebesar tujuh persen dibanding angka nasional sebesar 5,3 persen. Di NTB penghimpunan dana masyarakatnya sebesar Rp 1,8 triliun dan pembiayaaan yang dikeluarkan untuk masyarakat mencapai Rp 2,5 triliun.

IB Vaganza atau pameran produk dan jasa perbankan syariah sebagai bagian untuk terus mengenalkan dan mendekatkan masyarakat dengan produk dan jasa layanan perbankan syariah. iB Vaganza Mataram ini digelar antara 19 – 21 Mei 2017. Expo ini diprakarsai oleh perkumpulan Marketing Communication perbankan syariah nasional yang tergabung dalam iB MarKom Working Group bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap pelaksanaan, iB Vaganza meraih sukses dengan pelampauan target transaksi number of account dan volume, baik untuk produk simpanan (tabungan, giro, deposito) maupun pembiayaan (KPR, Mikro, dan lain-lain).

Kota Mataram dipilih oleh Forum iB Marcomm (Marketing Communications Perbankan Syariah) sebagai kota pelaksanaan rangkaian iB Vaganza 2017 yang ke tiga. Kota Mataram dipilih karena potensi ekonomi, khususnya di bidang industri, pendidikan, perdagangan dan jasa serta pariwisata. Selain itu, Kota Mataram dikenal sebagai kota yang gencar mempromosikan wisata halal kelas dunia oleh Pemerintah dan Dinas Budaya Pariwisata. Ditambah lagi, Lombok menjadi daerah pertama sekaligus satu-satunya di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai pariwisata halal.

Harapannya, branding pariwisata halal juga dapat disertai dengan tingginya pemahaman masyarakat tentang perbankan syariah, mengingat penggunaan perbankan syariah dalam keseharian merupakan salah satu pendukung Halal Lifestyle. Adapun target selama iB Vaganza Mataram pada number of account (NoA) ialah sebesar 3000 rekening dengan nominal senilai Rp 5 miliar.

iB Vaganza Mataram diikuti oleh OJK, Bank NTB Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Mega Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, Bank Muamalat, Bank Sinarmas Syariah, Maybank Syariah, CIMB Niaga Syariah, OCBC NISP Syariah, BTN Syariah, BPRS Tulen Amanah, BPRS Patuh Beramal, dan BPRS Dinar Ashri.

Expo yang menghadirkan banyak bank syariah ini, dimeriahkan dengan berbagai acara, di antaranya: talkshow edukasi dan sosialisasi produk dan layanan perbankan syariah dengan narasumber dari OJK dan pelaku Industri Jasa perbankan syariah; lomba marawis, lomba mewarnai, lomba fashion show industri perbankan syariah, lomba shopping race dan lomba fashion show busana muslim ibu dan anak.

Tidak hanya itu, khusus pengunjung iB Vaganza yang melakukan transaksi, mendapat kesempatan untuk mengikuti undian doorprize harian antara lain; voucher belanja, logam mulia, TV LED, serta pada hari terakhir berkesempatan mendapatkan grandprize satu unit sepeda motor.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here