MATARAM – Sesuai Peraturan Pemerintaha Nomor : 13 Tahun 2017 tentang revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), rencana pembangunan Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara sudah menjadi nyata. Bandar Kayangan tersebut dicantumkan sebagai Kawasan Andalan Nasional. Kamis 11 Mei 2017 malam, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin melakukan pertemuan terbatas pra Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kordinator bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah asal NTB Farouk Muhammad di Hotel Sheraton Senggigi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lalu Gita Ariadi menjelaskan adanya pertemuan tersebut, Jum’at 12 Mei 2017 pagi. Tim Inisiator yang dipimpin Son Diamar dan dihadiri pula oleh Kepala Perwakilan Organization for Economic Co-operation and Development ( OECD ) untuk Indonesia/ASEAN – Massimo Geloso Grosso dan para tenaga ahli yang nanti akan mengawal Global Hub. ”Kami tingkatkan konsolidasi guna percepatan perwujudan pembangunannya,” kata Gita Ariadi.

Son Diamar dikutip oleh Gita Ariadi melaporkan proses, progress dan langkah-langkah strategis yang perlu segera dilakukan bersama untuk percepatan Global Hub. Sebelumnya, kepada Tempo, Son Diamar selaku Ketua Tim Pembangunan Kota Baru global Hub Bandar Kayangan pernah mengatakan akan membangun pelabuhan dan kawasan industri di areal seluas 1.800 hektar senilai lebih Rp 20 triliun. ”Pmbangunanya tanpa menggunakan uang negara,” ujar Son Diamar yang pernah menjabat Staf Ahli Kemaritiman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Bandar Kayangan adalah pilihan baru setelah Singapura sebagai bandar peringkat dua dunia mengalami kepadatan untuk pelayaran ke Eropah. Pemilihan lokasi sebagai global hub di Kecamatan Kayangan KLU tersebut sesuai konsultasi dengan para ahli Kemaritiman asal Brussel. Bukan Batam, Kuala Tanjung Medan, Kota Agung Lampung dan Mamuju Sulawesi Selatan. Lokasi lain ini tidak layak kedalaman perairannya. Secara geopolitik masa depan Laut Cina Selatan kurang nyaman,

Bandar Kayangan adalah pilihan utama sebagai global hub yang berada di alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II melintasi Selat Lombok dan Selat Makassar. Di sana, Pertamina juga akan membangun kilang minyak. Walaupun sudah ditetapkan keberadaan enam kilang, Pertamina masih akan memerlukan lokasi di sini. Pengusaha Rusia dan Cina menyatakan minatnya.

Anggota DPD RI Farouk Muhammad sebelumnya menyebutkan rencana pembangunan Bandar Kayangan juga diminati oleh pengusaha Qatar didukung pengusaha perkapalan asal Rotterdam – kota pelabuhan terbesar di dunia selama 40 tahun terakhir. Proyek senilai Rp 190 triliun itu akan membangun pelabuhan yang memiliki dermaga besar kapasitas sandar kapal angkut barang berukuran panjang hingga 500 meter yang memerlukan kedalaman lebih 35 meter.

Anggota DPR RI asal NTB Kurtubi menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan Global Hub ini. Seperti yang dipaparkannya dalam Musrenbang Propinsi NTB awal April lalu, Global Hub harus terus diperjuangkan bersama-sama. Selaku wakil rakyat NTB dan sesuai kompetensi, juga akan memperjuangkan Global Hub terintegrasi dengan kilang minyak yang tidak harus di bangun di Bontang bila minyak mentah tersebut adalah impor bukan hasil kilang setempat. Untuk efisiensi distribusi BBM memenuhi kawasan Indonesia Timur dan untuk kepentingan pertahanan nasional. ”Pembangunan kilang minyak di Global Hub Kayangan saya pikir sangat tepat,” uucapnya.

Selain itu, untuk pengolahan hasil produksi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (dulu PT Newmont Nusa Tenggara), bahkan hasil produksi Freeport, smelter harus segera di bangun di pulau Sumbawa.

Anggota DPD RI asal NTB Faroek Muhammad menjelaskan sudah enam kali pertemuan dengan para menteri terkait membahas Global Hub ini. ”Selaku senator dari NTB tentu saya akan terus berjuang untuk realisasi Global Hub dan proyek strategis lainnya,” katanya.

Gita Ariadi juga mengutip Massimo Geloso Grosso dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyambut baik progress Global Hub dan akan melaporkan perkembangan ini pada pertemuan OECD di Kantor Pusat OECD di Paris. Pertemuan yang akan diikuti 35 negara anggota OECD ini, tentu peluang emas untuk mempromosikan Global Hub. ”Sehingga para investor dari 35 negara anggota OECD berlomba-lomba datang menanamkan modalnya,” ujarnya.

Wagub NTB Muhammad Amin mengapresiasi hasil kerja tim inisiator yang bermuara pada keluarnya PP 13 tahun 2017 yang didalamnya memuat Global Hub sebagai Kawasan Andalan Nasional. Dimintanya semua tim dan para pihak terkait kian termotivasi dan kian bersungguh-sungguh. ”Ikhtiarkan percepatan pembangunan Global Hub,” ucapnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here