MATARAM – Suasana Warung Nasi Daun Aini di area bekas Pasar Gerung belakang sebuah kantor bank milik daerah nampak beda dengan hari-hari sebelumnya. Rabu 10 Mei 2017 pagi, warung yang menjual nasi bungkus daun pisang ramai dikunjungi oleh banyak mobil berplat merah.

Rupanya, sebelum memulai kesibukannya sebagai Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyempatkan diri untuk sarapan di warung sederhana dengan bilik bedek dan beberapa kursi panjang itu. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Perindag Agus Gunawan, Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Saikhu, Kepala Bakesbangpol Moh. Fajar Taufik, Kepala Sat Pol PP Mahnan, Camat Gerung Baiq Mustika, dan beberapa pejabat eselon III.

Nampak berkumpul juga sekelompok warga dari Komunitas Masyarakat Berkepedulian (KMB) NTB yang langsung dipimpin oleh Ketuanya L. Anton Hariawan dan Tokoh Masyarakat TGH Ahmad Taisir.

Sambil menyantap dua bungkus nasi seharga Rp. 3.500/ bungkus itu, Fauzan Khalid menyempatkan diri untuk berdialog menyapa warganya yang berjualan di area ex Pasar Gerung itu.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan Khalid meminta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Agus Gunawan dan Camat Gerung Baiq Mustika untuk memaparkan rencana revitalisasi di area tersebut. Area tersebut termasuk dalam skema perencanaan pembangunan di tahun 2016 lalu. “Namun akibat rasionalisasi menjadi tertunda. Perencanaannya sendiri sudah lama jadi,” kata Agus sambil memastikan bahwa aneka fasilitas utama akan disiapkan.

Termasuk juga akses untuk jalan keluar masuknya guna mengantisipasi kemacetan di lokasi ini.
Fauzan sendiri memastikan bahwa area ini akan mendapat penataan agar lebih rapi dan tidak berkesan kumuh. “Proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Dipastikan semua pengerjaannya sudah selesai di tahun 2018 nanti,” katanya.

Fauzan Khalid yang juga Ketua Dewan Mustasyar PCNU Lombok Barat ini mengingatkan kepada Disperindag agar sekiranya los-los pasar yang dibangun, untuk terlebih dahulu mengutamakan para penjual lama yang terlebih dahulu berjualan di area itu. Kepada para pedagang, Fauzan berpesan : “Masyarakat dan para pedagang tersebut harus ikut menjaga kebersihan dan kondisi bangunannya agar tidak cepat rusak,” ujarnya.

Pemilik warung pedagang nasi kaput daun Aini, merasa bangga karena baru kali ini ada seorang Bupati yang mau sarapan dengan nasi kaput jualannya. Apalagi lokasi tempatnya berjualan berada di depan kontainer sampah di pasar tersebut. “Saya terkejut dan merasa sangat bangga, karena Bapak Bupati mau sarapan di tempat seperti ini,” ucapnya sambil berharap bisa dibantu oleh Dinas Peridag dengan gerobak atau tenda tempat berjualan.

Fauzan Khalid nampak tidak canggung menyantap nasi berbungkus daun pisang. Malah sangat lahap dan justru merasakan bahwa dialog langsung dengan pelaku usaha memberi manfaat yang besar baginya dan para pemangku di SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here