MATARAM – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika Lombok seluas 1.175 hektar menyelesaikan sengketa lahan seluas 27,74 hektar yang selama ini digarap oleh 24 orang penggarapnya. Secara keseluruhan mereka berhak mendapatkan dana kerohiman sebesar Rp 12,433 miliar.

Kamis 20 April 2017 siang tadi, bertempat di Gedung Sangkareang Kompleks Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah NTB Agus Patria menyerahkan kepada 12 orang yang berhak senilai Rp 9,79 miliar. ” Selebihnya akan dibayarkan setelah administrasi pembayaran bisa diselesaikan,” katanya.

Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darma Setiawan mengharapkan diberikannya dana kerohiman tersebut bisa memberikan kenyamanan pelaksanaan pembangunan proyek hotel dan infrastruktur lainnya. ”Agar tidak ada lagi gangguan,” kata Edwin Darma Setiawan setelah menyerahkan pembayarannya.

Di KEK Pariwisata Mandalika Lombok, yang telah mulai dibangun hotel Pullman yang memiliki 250 kamar, Royal Tulip (200), Paramount (500) dan lainnya yang dijadwalkan 2019 mendatang akan rampung 1.500 kamar hotel. Ini bisa menyerap sekitar 2.250 orang tenaga kerja. ”Selain itu juga akan ada satu-satunya sirkuit Moto GP di Indonesia,” ujar Edwin Darma Setiawan.

Sirkuit MOTO GP ini adalah paduan antara wisata dan olahraga. Menggunakan jalan kawasan sepanjang empat kilometer calon investornya akan menanamkan modalnya sekitar Rp 6 triliun. Setahun bisa menyelenggarakan delapan kejuaraan yang mampu mendatangkan 150 ribu penonton.

ITDC bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terkait pengerjaan konstruksi jalan dan Penataan Pantai Kuta, Mandalika, Lombok. Selain itu, ITDC juga telah menandatangani perjanjian dengan PT Elmar Perkasa terkait investasi pembangunan hotel bintang empat di KEK Pariwisata Mandalika.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here