MATARAM – Setahun ada 14 kejuaraan nasional balap sepeda jalanan, 10 balap sepeda gunung dan lima kejuaraan sepeda BMX. Ini belum termasuk kejuaraan kecil yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Ketua Bidang Perwasitan Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia Sondi Sampurna mengemukakan, selesai Farewel Dinner Tour de Lombok (TdL) Mandalika 2017 di Senggigi, Ahad 16 April 2017 malam. ”Yang level kejuaraan nasional ya seperti di Lombok ini,” katanya.

Sebelumnya, Sondi Sampurna menjelaskan bahwa untuk pembiayaan kejuaraan balap sepeda diperlukan dana per etape sebesar Rp 1 miliar. Jika Union Cycliste Internationale (UCI) memberikan evaluasi baik penyelenggaraan TdL Mandalika yang berlangsung empat etape selama 13-16 April 2017 sejauh 485 kilometer, maka Pemprov NTB perlu menyiapkan dana jauh sebelumnya. ”Kali ini empat bulan sebelumnya masih belum jelas dananya,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Chairul Mahsul,.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan kegiatan balap sepeda internasional ini lebih awal termasuk pembenahan jalan untuk kepentingan lintasan balapan. ”Tahun depan tentu harus lebih siap,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh.Faozal menyatakan tekadnya untuk menyelenggarakan kembali TdL Mandalika. Tour de Lombok Mandalikan sangat bernilai positif untuk pariwisata. Dinas Pariwisata NTB akan menjadi kejuaraan ini masuk dalam calendar of event. ”Ini media promosi yang baik,” ucapnya.

Sebelumnya, President of Commissaire Panel UCI Peter Tomlinson (Australia) menyebut bahwa sejauh ini tidak ada masalah keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaraan lomba. ”Sequrity and safe adalah nomor satu,” ucapnya.

Sedangkan Comissaire asal Belanda Martin Bruin meminta agar publikasi diperluas agar masyarakat mengetahuinya. ”Tour de Lombok Mandalika ini fantastik. Para pembalap bisa keliling Lombok,” katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here