MATARAM – Sejumlah 20 pelaku usaha industry kecil kreatif di Bima diajak keliling Teluk Bima menumpang KRI Teluk Mandar selama empat jam, Sabtu, 8 April 2017 siang. Di atas kapal perang tersebut, mereka mengikuti Seminar Pengembangan Industri Kreatif Guna Mempercepat Pertumbuhan Industri Pariwisata di pulau Sumbawa.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin mengatakan industry kreatif akan menjadi potensi. ‘’Karena itu setiap daerah harus mendukung industry pariwisatanya,’’ kata Muhammad Amin. Semua daerah memiliki keunggulan masing-masing dan industry pariwisata merupakan keunggulan.

Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bima Dispar NTB menghadirkan Direktur Hubungan Antar Lembaga Badan Ekonomi Kreatif Hasan Abud, Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB Efdalius Ruswandi dan dosen Institut Kesenian Jakarta Adi Prana Jaya.

Hasan Abud menerangkan keterbukaan lembaganya membuka peluang pengembangan industry kreatif di daerah. ‘’Kami siap membantu termasuk menyiapkan badan hukumnya,’’ katanya. Apalagi jika industry kreatif itu mampu menjalankan perdagangan ekspor.

Sedangkan Efdailius Ruswandi mengingatkan pengrajin untuk mengembangkan riset menyisihkan keuntungan usahanya untuk menghasilkan produk baru. Ia menyebutkan dirinya relative tanpa modal mampu bangkit menghasilkan kriya terbuat dari mutiara hasil budi daya baru.

Adapun Adi Prana Jaya, yang berasal dari Sumbawa, yang diundang untuk memberikan motivasi seniman muda di daerah pulau Sumbawa, sesuai keahliannya memberikan ide untuk berkarya seni sesuai ide sendiri.

Hadir antara lain Nehrun dari Desa Wisata Tolonggeru Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima yang setiap harinya mampu menghasilkan lima liter susu kuda liar dari sebanyak 30 ekor kuda yang dipelihara bersama warga di kampungnya. ‘’Kami sudah menjual susu kuda liar, kopi susu kuda dan sebentar lagi sabunnya,’’ ujarnya.

Kepala Dispar NTB Lalu Moh Faozal mengatakan penyelenggaraan kegiatan menjelang Festival Pesona Tambora, acara di Kabupaten Bima untuk meluaskan pertumbuhan industry pariwisata setelah pulau Lombok. ‘’Pariwisata di Bima ini tidak kalah potensinya,’’ ucapnya.

Di Kabupaten Bima ada 115 obyek wisata alam dan petualangan yang tersebar disepanjang pantai selatan dan timur maupun utara. Bupati Bima Indah Damayanti Putri mengatakan bersama tiga kabupaten lainnya di pulau Sumbawa ingin membangkitkan potensi alamnya selain budaya. ‘’Sangat tidak kalah denga daerah lainnya,’’ kata Indah Damayanti Putri.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here