MATARAM – Akhir-akhir ini Kantor Imigrasi Mataram menerima informasi banyaknya orang asing terutama dari Perancis yang melakukan kegiatan ilegal di Lombok. Tanpa visa semestinya, mereka bekerja dan berusaha di bidang pariwisata. Kebanyak mereka hanya berbekal visa kunjungan wisata.

Kepala Seksi Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Mataram Rahmat Gunawan menjelaskan di kantornya, Rabu 29 Maret 2017 pagi. Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) telah menangkap Jean Francois Yuan Malrieu. ”Ia menyalahgunakan keimigrasiannya,” katanya.

Jean Francois Yuan Malrieu yang lahir di Aljazair 13 Agustus 1963 mengaku bekerja sebagai kapten kapal di negaranya, ditangkap di lokasi pembangunan sembilan kamar bungalow di Shaya Lombok Bungalow Sekotong Barat Kabupaten Lombok Barat, Jum’at 24 Maret 2017 sore. Sejak Senin 27 Maret 2017 lalu, ia ditahan di ruang Karantina Kanim Mataram. Ia menyangkal melakukan investasi tetapi hanya bekerja sampai selesainya bungalow tersebut yang diperkirakan selesai akhir tahun 2017 ini.

Rahmat Gunawan menjelaskan bahwa diketahui dari paspornya Jean Francois Yuan Malrieu mondar-mandir ke Lombok sejak 17 November 2015, 4 November 2016, 24 Januari 2017 dan terakhir 3 Februari 2017. ”Dia hanya menggunakan visa bebas kunjungan wisata,” ujarnya.
Menurutnya, orang asing banyak berada di Lombok bekerja sebagai instruktur selam dan hotel.

Saat ini, Kanim Mataram sedang melakukan proses deportasi dan penangkalan selama enam bulan atau bisa diperpanjang. Untuk bisa masuk lagi tergantung pemberian visa di Kedutaan Besar Indonesia.

Sebelumnya, Kanim Mataram juga memproses seorang warga negara Perancis lainnya Jean Marc Reynier, 40 tahun, untuk dideportasi. Kanim Mataram memergokinya, Ahad 19 Maret 2017 lalu melakukan kegiatannya tidak seusai kartu izin tinggal terbatas yang dimilikinya. Tapi ia tidak ditahan karena memiliki kartu izin tinggal sementara.

Sebelumnya Kepala Kanim Mataram Romi Yudianto menjelaskan bahwa Jean Marc Reynier bersangkutan meresahkan masyarakat karena melakukan broker tanah. ”Ada banyak pengaduan,” ucapnya.

Jean Marc Reynier yang semula masuk ke Indonesia menggunakan visa on arrival, 2012, kemudian mendapatkan KITAS untuk bekerja di PT Kalya Development di bidang properti. Ternyata kemudian sesuai kartu namanya diketahui memiliki usaha Naga Indo Investment yang bergerak di bidang pendanaan dan pengembang (Fund – Developer).(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here