MATARAM – Layanan penyeberangan kapal feri Padangbai Bali – Lembar Lombok ditutup menjelang dan selama Hari Raua Nyepi Tahun Caka 1939 di Bali. Penutupan layanan dilakukan mulai Selasa nin 28 Maret 2017 pagi pukul 06 Waktu Indonesia Tengah (WITA) hingga Rabu 28 Maret 2017 pukul 06 WITA.

Manajer Usaha ASDP di Pelabuhan Padangbai Bali Wayan Rosta menjelaskan tidak beroperasinya layanan penyeberangan tersebut kepada Tempo, Ahad, 26 Maret 2017. ‘’Penutupan dilakukan sehari penuh,’’ katanya.

Sesuai surat edaran Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Lembar Andi Fiardi, pemberangkatan kapal feri terakhir dilakukan dari Pelabuhan Padangbai Selasa 28 Maret 2017 dini hari pukul 03 WITA. Sedangkan dari Pelabuhan Lembar sejak Senin 27 Maret 2017 malam pukul 20 WITA.

Layanan penyeberangan mulai beroperasi kembali untuk kapal pertama di Pelabuhan Lembar Lombok mulai Kamis 29 Maret 2017 pukul 03 pagi dan dari Pelabuhan Padang Bai Bali mulai pukul 08 pagi.

Wayan Rosta menyebutkan setiap hari terdapat 24 trip yang rata-rata satu kapal memuat kendaraan campuran terdiri tujuh unit TS, enam unit KK dan delapan unit TB. Kalau sehari 24 trip memuat 504 unit kendaraan maka kini menurun setengahnya menjadi hanya 252 unit saja.

Sebenarnya di lintasan penyeberangan Lembar – Padangbai terdapat 33 unit kapal feri yang melayani setiap jam keberangkatan. Ada 15 unit kapal berukuran besar seperti Portlink dan ada tiga unit kapal jenis catamaran. Rata-rata ukuran kapal feri di sana 1.500 – 2.000 GT. Kapasitas muatnya yang besar sekitar 30 unit truck dan kendaraan keluarga sedangkan yang lebih kecil 15-18 unit.

Di Pelabuhan Laut Lembar ada layanan penyeberangan kapal feri berukuran besar kapasitas muat 30 unit kendaraan. Kapal tersebut seminggu dua kali melayani Lembar Lombok tujuan Surabaya.

Menurut juru bicara ASDP Kantor Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Lembar Dheny Nurdiyana Putra. kondisi penyeberangan relatif normal baik dari Padangbai maupun dari Lembar. Hal ini kemungkinan karena perayaan Hari Raya Nyepi sudah menjadi kegiatan wajib tahunan. ‘’Sehingga para pengguna jasa sudah menyesuaikan keberangkatan mereka,’’ ucapnya.

Layanan penyeberaangan kapal cepat dari Bali menuju pulau wisata Gili Trawangan dan sekitarnya yang setiap harinya 15 trip masing-masing memuat 60 – 100 orang wisatawan mancanegara juga ditiadakan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here