MATARAM – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPI NTB) kembali melakukan pencekalan terhadap 10 videoklip lagu dangdut yang dinilai bermuatan pornografi dan goyangan atau tarian erotis.

Adapun videoklip lagu dangdut yang dicekal tersebut antara lain Sir Gobang Gosir dinyanyikan Duo Anggrek, Cowok Gelo Rempong dinyanyikan Lili Marlina, Putri Panggung dinyanyikan Uut Permatasari, Ayang Kamu Ayang Aku dinyanyikan Dewi Lina, Terserah Gue dinyanyikan Gajin, Wani Piro dinyanyikan Yeni dan videoklip Asolole dengan penyanyi Terajana.

Menurut Ketua KPID NTB Sukri Aruman, seluruh TV lokal yang berjumlah 14 stasiun untuk tidak menayangkan lagu dangdut tersebut karena videoklipnya bermasalah. Ada beberapa lagu yang liriknya tidak bermasalah sehingga aman disiarkan radio, tetapi ketika dibuat dalam format videoklip, ditemukan sejumlah visual yang tidak pantas. ”Ada muatan pornografinya,” kata Sukri Aruman melalui keterangan pers tertulisnya, Senin 13 Februari 2017.

Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian bidang pengawasan isi siaran, KPI Daerah NTB menemukan stasiun TV lokal yang menayangkan videoklip lagu dangdut tersebut yang secara nyata dan terang-benderang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3SPS tahun 2012 yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia.

Dikatakan, semua videoklip lagu dangdut yang ditayangkan itu secara jelas menampilkan gerakan tubuh dan tarian erotis, juga menampilkan bagian-bagian tubuh tertentu penari atau penyanyinya yakni mulai paha, bokong dan payudara secara close up dan medium shoot. Pelanggaran ini tidak bisa ditolerir, apalagi ditayangkan dibawah jam 10 malam, waktu dimana anak-anak dan remaja masih menonton televisi,” ujarnya.

Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Daerah NTB Suhadah menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat teguran keras kepada Lombok TV yang menayangkan videoklip dangdut bermasalah.”Tidak cuma videoklip dangdut, ada juga videoklip Lagu Sasak dan mancanegara serta karya jurnalistik televisi yang tidak mengindahkan P3SPS,”jelasnya seraya menyebutkan videoklip Sasak yang dicekal berjudul Antih Bebalu dinyanyikan Erni Ayuningsih dan Oyat. Sedangkan klip artis mancanegara yang kena cekal adalah Foo Fighter dengan videoklip best of You.

Selain Lombok TV, Suhadah mnegatakan teguran berbeda juga dilayangkan kepada TV lokal lainnya yakni Sasambo TV dan NAA TV yang terbukti masih mengabaikan pencantuman klasifikasi acara sesuai ketentuan yang berlaku.”Itu kan kewajiban yang harus mereka jalankan untuk kepentingan dan kenyamanan publik,” ucapnya. Ia berharap semua pihak ikut ambil bagian mengkawal penyiaran lokal yang lebih sehat dan bermanfaat.

Sewaktu dikonfirmasi, Manajer Produksi Lombok TV Yusril yang bertanggung jawab terhadap isi siaran mengatakan ingin bertemu langsung agar tidak hanya bertemu dengan KPID NTB sewaktu ada sensor saja. Ia ingin membicarakan ketentuan yang benar. Katanya, sebelumnya Lombok TV sudah melakukan pembenahan tayangan sebagai proteksi terhadap produk lokal yang berbau pornografi. ”Kadang-kadang bingung juga kalau di pantai baju minim termasuk yang dilarang,” katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here