MATARAM – Ibu-ibu hamil di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengkonsumsi suplemen multi-mikronutrien selama kehamilan ternyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 9-12 tahun yang setara dengan satu tahun masa sekolah.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra (Summit Institute of Development-SID) selama dua tahun terakhir, 2012-2014 yang dirilis di Mataram, Rabu 18 Januari 2017 sore.

Antara tahun 2012 dan 2014, tim peneliti telah mengetes hampir 3.000 anak usia sekolah di Indonesia usia 9 – 12 tahun, yang ibunya berpartisipasi dalam penelitian awal yang mengukur dampak pemberian suplemen multi mikronutrien (MMN) atau zat besi-asam folat (tablet tambah darah) selama kehamilan.

Pada studi sebelumnya “Penelitian Suplementasi dengan Multi Mikronutrien” (SUMMIT), yang dilaksanakan antara tahun 2001 dan 2004, setengah dari 31,290 ibu yang berpartisipasi mengkonsumsi suplemen mikronutrien (MMN) dan sisanya menerima suplemen zat besi-asam folat.

Suplemen zat besi-asam folat sama dengan tablet tambah darah yang didistribusikan oleh bidan di Indonesia sebagai bagian dari pelayanan antenatal rutin. Sedangkan MMN selain berisikan zat besi dan asam polat, ditambah dengan berbagai jenis vitamin dan mineral lain.

Studi follow-up yang terbaru memperlihatkan manfaat jangka panjang terhadap anak yang ibunya meminum suplemen MMN. Termasuk diantaranya memiliki kemampuan memori prosedural yang lebih baik. ”Yang setara dengan peningkatan nilai selama enam bulan masa sekolah,” kata CEO SID Mandri Apriatni.

Menurutnya, memori prosedural berhubungan dengan pembelajaran keterampilan baru dan pemrosesan persepsi, keterampilan motoric dan kemampuan kognitif. Memori prosedural sangatlah penting bagi prestasi akademik dan kehidupan sehari-hari anak, dan berkaitan dengan aktivitas seperti mengemudi, mengetik, membaca, berhitung, berbicara dan memahami bahasa, serta mempelajari urutan, aturan dan kategori. Anak-anak dari ibu yang anemia selama hamil dan menerima MMN memiliki skor yang lebih tinggi pada kemampuan intelektual umum dibandingkan yang menerima zat besi-asam folat. ”Perbedaan ini sebanding dengan peningkatan skor selama satu tahun masa sekolah,” ujarnya.

Ketua Pusat Penelitian Bahasa dan Kebudayaan Universitas Mataram Husni Muadz yang terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa penelitian tersebut juga menemukan bahwa lingkungan pengasuhan yang mendidik memiliki korelasi yang lebih kuat. Dibandingkan faktor biologis untuk perkembangan otak dan kemampuan intelektual umum, memori deklaratif, memori procedural, fungsi eksekutif, pencapaian akademik, keterampilan motorik halus, dan kesehatan sosial-emosional.

Tidak ada seorang pun dari tim peneliti mengetahui sebelumnya sampai sejauh mana faktor sosial dan lingkungan akan melampaui faktor biologis sebagai faktor penentu fungsi kognitif — bahkan mencapai 2-sampai 3- kali lipat pada beberapa tes. ”Hasil penelitian ini memiliki implikasi global, ”ucapnya. Semua negara tengah merencanakan bagaimana mencapai target Sustainable Development Goals dalam meningkatkan perkembangan anak.

Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Rosiady Sayuti menyatakan hasil temuan ini membawa NTB untuk menciptakan, Generasi Emas NTB 2025. ”Pemberian MMN signifikan terhadap kecerdasan anak,” katanya.

Ia yang sewaktu menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB telah menyiapkan penelitian terhadap ibu hamil. Sebamnyak 40 ribu ibu hamil dari berbagai kondisi diberikan MMN dan sebagian tablet tambah darah. Dari dua kelompok ibu hamil tersebut, angka kematian bayi yang menerima MMN lebih rendah 18 persen. ”Ternyata pula bisa menurunkan angka kematian bayi menurun hingga 38 persen,” ujarnya

Semula berdasarkan Sensus Penduduk 2000, angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup mencapai 72. Kemudian setelah Sensus Penduduk 2010 menjadi 57.

Karenanya, setelah melakukan uji coba instrument pada 10 desa mencakup 100 ibu hamil, tahun 2017 ini juga akan melakukan pada 100 desa menggunakan dana sekitar 10 persen dari bagian dana per desa Rp 1 miliar untuk menghasilkan Generasi Emas untuk sumber daya manusia unggul NTB.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here