MATARAM – Pengguna narkotika di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama 2016 yang meminta rehabilitasi kecanduannya mencapai 861 orang. Di Klinik Pratama Badan Nasional Narkotika Provinsi NTB sebanyak 448 orang yang ditanganinya.

Terbanyak yang menjalani rawat jalan di Klinik Pratama saja adalah pekerja swasta yang mencapai 178 orang, disusul pengangguran 96 orang, pelajar 58 orang, partner song 33 orang, mahasiswa 26 orang. Selebihnya supir (11), PNS (10), Buruh (10), TNI/Polri (8), Petani , (6), Karyawan (4), Tukang Parkir (3), surfer (2) dan masing-masing seorang yaitu pengacara, pemandu wisata, dan penari klub malam.

Kepala BNNP NTB Sukisto menjelaskan kondisi pecandu narkotika di NTB melalui evaluasi akhir tahun yang disampaikan di kantornya, JUm’at 30 Desember 2016. ‘’Jumlahnya lebih banyak dari targetnya,’’ kata Sukisto membandingkan targetnya hanya 500 orang saja.

Mengenai uji urine pemeriksaan narkotika yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) se NTB, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Anggraeni menyebutkan hanya Lapas Selong di Kabupaten Lombok Timur yang tidak ditemukan positif dari urine para nara pidana yang diperiksa. ‘’Terbanyak di Praya Lombok Tengah ada 22 orang positif narkoba. Ini berarti miarak penggunaan narkotikanya,’’ ujarnya.

Namun ia mengatakan bahwa jika hasil urine negative bukan berarti tidak ada pengguna narkotika di dalam suatu lapas. ‘’Ini salah satu bukti pengendali narkotika dari dalam lapas,’’ ucap Kepala Bagian Umum BNNP NTB Tasripin.

Mengenai uji urine Bupati Lombok Tengah Suhaili FT dan pegawai negeri sipil (PNS) di sana, Anggraini mengatakan berdasar permintaan sendiri. Semula yang diminta diperiksa urinenya adalah PNS yang mengikuti assessment untuk mendapatkan jabatan. ‘’Termasuk Bupati sendiri hasil pemeriksaannya negative narkotika,’’ ucapnya yang menyebutkan BNN pernah dimintai seseorang dari Praya Lombok Tengah agar melakukan pemeriksaan urine Suhaili FT.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here