MATARAM – Gatot Brajamusti, 54 tahun dan istrinya, Dewi Aminah, 45 tahun menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Mataram, Selasa 27 Desember 2016 siang. Berlangsung secara terpisah, kedua persidangannya yang dilakukan secara bergantian, hanya mendengarkan dakwaan, hanya memakan waktu 45 menit.

Keduanya sebagai terdakwa perkara narkotika setelah tertangkap di tempat menginapnya kamar 1100 Hotel Golden Tulip Mataram, Ahad 28 Agustus 2016 malam sekitar pukul 23.30 waktu Indonesia Tengah. Polres Mataram melakukan penggeledahan setelah menerima info adanya pesta sabu-sabu. Ini terjadi setelah pagi harinya Gatot Brajamusti terpilih kembali sebagai ketua umum Parfi.

Sesuai dakwaan primer yang disampaikan jaksa Ginung Pratidina, Gatot Brajamusti melanggar
Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Sedangkan Dewi Aminah yang dikenai dakwaan primer pasal pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Disebutkan dalam dakwaan jaksa, polisi yang datang menggeledah menemukan barang bukti 0,94 gram sabu dan sebuah pipa kaca di kantong celana jean Gatot Brajamusti. Selain itu, secara terpisah di rumahnya di Jalan Niaga Hijau Kelurahan Pondok Pinang Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan juga ditemukan 17 peralatan sebagai barang bukti.

Dua orang anggota polisi yang melakukan penggeledahan adalah Haris Dinzah dan Rafles Girsang didampingi dua orang petugas keamanan hotel Muhammad Zaki dan Nutasip beserta dua orang karyawan hotel Hendra Nirwansyah dan Deni Pardiyan. Sewaktu hendak memasuki kamar bertemu dengan Reza Artamevia.

Keduanya, Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah berdasarkan uji Badan Pengawasan Obat dan Makanan Mataram, keduanya positif mengandung Methampetamine. ‘’Yang termasuk narkotika golongan I,’’ kata Ginung Pratidina.

Ketua Majelis Hakim PN Mataram Japi, Didiek Jatmiko dan Yuli Atmaningsih yang menyidangkannya memberikan waktu seminggu untuk melakukan penyampaian eksepsi. Gatot dan Dewi yang didampingi 11 orang pengacara akan melakukan eksepsi. ‘’Tidak benar ada pesta sabu,’’ kata salah seorang pengacaranya, Irpan Suryadiata. Mengenai terbukti positif adanya Methampetamine, itu dilakukan sebelumnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here