MATARAM – Selama tiga hari, 2 – 3 November 2016 mendatang, pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan Kuwait diselenggarakan di Senggigi Lombok. Ada 12 usulan nota kesepahaman (memorandum of understanding-MOU) dibahas dalam rapat persiapan yang berlangsung Senin 17 Oktober 2016.

Yang sudah siap ditandatangani dalam Joint Commision Meeting ada empat yaitu persetujuan bebas visa untuk diplomatik dan dinas, peningkatan kompetensi diplomat, kerja sama minyak dan gas dan juga kerja sama seni budaya. Adapun masalah human trafficking dan lainnya masih dalam pembahasan lanjuta.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Lalu Gita Ariadi menjelaskan di kantornya, selesai rapat persiapan yang dipimpin Direktur Jenderal Urusan Asia Pacific dan Afrika Kementeria Luar Negeri Desta Percaya.

Kegiatan hari pertama pertemuan akan dilakukan business forum dilanjutkan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan. Hari kedua pertemuan Senior Officials Meeting dan malam harinya jamuan Gubernur NTB di pendopo. ‘’Hari ketiga pertemuan khusus Menlu RI dengan Wakil Perdana Menteri atau Menlu Kuwait,’’ katanya.

First Secretary Kedubes Kuwait di Indonesia Abdullah al Fadly menyampaikan bahwa tidak kurang dari 50 orang delegasi pemerintah dan investor Kuwait akan datang ke Lombok katanya. Dubes RI di Kuwait Tatang B.U. Razak, memaparkan typologi dan interest investor Kuwait.

Lalu Gita Ariadi menyampaikan kesiapan venue dan protokoler kedatangan delegasi serta berharap event ini dapat ditindak lanjuti dengan rencana investasi yang konkrit oleh investor Kuwait di NTB.

Berbagai proyek strategis ditawarkan seperti KEK Mandalika, Global Hub potensi Agribisnis di kawasan Satonda Moyo Tambora (SAMOTA), infrastruktur strategis seperti jalan, bandara dan dermaga termasuk tawaran menjalin hubungan business to business maupun people to people untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia menjalin komunikasi bilateral.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here