MATARAM – Dua orang bapak dan anak Nas dan Am asal Doropeti Kabupaten Dompu ditetapkan sebagai tersangka pembalakan hutan di kawasan Tambora. Keduanya sejak Jum’at 14 Oktober 2016 dititipkan di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tahanan oleh Dinas Kehutanan (Dishut) NTB selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Melalui telepon dari Sumbawa Besar, Kepala Dinas Kehutanan NTB Husnanidiaty Nurdin menjelaskan bahwa ada tujuh truck kayu ditahan di Sumbawa Besar dan satu truck di Lombok Barat. ‘’Kedua tersangka ini sebagai gembong illegal loging,’’ kata Husnanidiaty Nurdin yang sedang di Sumbawa untuk melanjutkan melakukan penangkapan.

Sebelumnya, selama sebulan terakhir ini sudah melakukan penindakan 27 kasus yang menyangkut 1.817 batang kayu jati log, kayu jati olahan 2.946 batang di dua daerah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.

Saat ini dari 1.071.722 hektar hutan di NTB separuh lebih atau 555. 427 hektar merupakan lahan kritis. Seluas 154.358 hektar tingkat kritis dan 401.609 hektar agak kritis. Karenanya, Pemerintah Provinsi NTB telah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah NTB, Komando Resor Militer 162 Wirabhakti dan Kejaksaan Tinggi NTB memperkuat penegakan hukum untuk meningkatkan dan mempercepat pemberantasan perusakan hutan.

Selama ini, luas hutan di NTB mencapai 1.071.722 hektar yang terdiri dari hutan lindung seluas 449.141 hektar, hutan produksi seluas 448.946 hektar da hutan konservasi seluas 173.636 hektar.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here