MATARAM – Di Nusa Tenggara Barat (NTB) ada 4.346 pendidikan anak usia dini (PAUD). Diantaranya 15 PAUD berada di lingkungan lokasi transmigrasi. Untuk memberikan pembekalan pembentukan karakter anak-anak, para guru PAUDnya diberikan pelatihan selama lima hari di Mataram mulai Senin 26 September 2016.

Pelatihan Guru PAUD Tahun 2016 diikuti oleh 30 peserta dari 15 PAUD yang terdiri dari Kabupaten Dompu (7) Kabupaten Bima (7) Kabupaten Sumbawa Barat (1). Materi Pelatihan Guru PAUD diberikan oleh Indonesia Heritage Foundation.

Pelatihan ini, merupakan kerja sama antara Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE). Hadir Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah.

Erica Zainul Majdi – istri Gubernur NTB selaku Bunda PAUD mengharapkan agar tiap-tiap PAUD di NTB memiliki kebun sehat. “Kalau bisa setiap lahan sekolah ditanami tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi,’’ katanya. Seperti bayam merah dan daun kelor. Dengan gizi yang cukup, maka akan memaksimalkan anak dalam menerima pelajaran.

Erica Zainul Majdi berpesan kepada guru PAUD agar memahami tentang gizi kepada anak, mengajarkan tentang media literasi dan membentuk karakter anak sejak usia dini. “Kebanyakan persoalan yang terjadi saat ini berasal dari karakter.

Oleh karena itu, metode pembelajaran harus bisa membentuk karakter yang baik pada anak. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden RI Pertama Soekarno bahwa untuk membangun negeri ini diperlukan pembentukan karakter yang baik kepada generasi muda terutama anak-anak.

Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi mengatakan pentingnya membentuk karakter anak pada usia 1-5 tahun (Golden Age). Karena pada usia tersebut adalah usia pembentukan kepribadian anak yang akan berdampak pada karakter mereka di masa yang akan datang. ‘’Saya menitipkan anak yang merupakan harapan bangsa kepada guru PAUD,’’ ujarnya Seperti diketahui untuk mencapai revolusi mental harus dimulai dari bibit yang paling muda, yaitu pada usia 1-5 tahun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Wildan menyampaikan bahwa tujuan pelatihan guru PAUD adalah untuk membekali peserta agar memiliki kemampuan mengajar yang menarik. ‘’Dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini,” ucapnya.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah menyebutkan bahwa tujuan kerja sama ini adalah untuk mewujudkan guru PAUD yang berkualitas demi mencapai Nawa Cita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Tahun 2016 ini, pelatihan Guru PAUD diselenggarakan di 6 Balai Latihan Masyarakat, antara lain: Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Jakarta dan Jogjakarta. Balai Latihan Masyarakat Denpasar memilih Mataram sebagai pelatihan Guru Paud yang ke-4. Guru PAUD harus terus mendidik dan membentuk kepribadian anak usia dini. ‘’Demi terwujudnya generasi muda yang lebih baik di masa mendatang,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here