MATARAM – Setelah menjadi penyelenggara pemilu terbaik ke lima di Indonesia pada pemilu legislatif lalu, Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat (KPU NTB) dipercaya KPU pusat untuk menjadi salah satu pilot project (percontohan) dari sembilan provinsi yang mendirikan Rumah Pintar Pemilu. Menindaklanjuti hal tersebut, KPU NTB meluncurkan Bale Pemilu di Kantor KPU NTB, Mataram pada Jumat 16 September 2016.

Peluncuran dilakukan oleh anggota KPU Hasyim Asy’ari didampingi Wakil Gubernur (Wagub) NTB Muh Amin, dan Ketua KPU Provinsi NTB Lalu Aksar Anshori.

Selain meluncurkan bale pemilu, KPU NTB juga meluncurkan beberapa buku diantaranya, Buku Pemilu Dalam Angka yang merupakan resume penyelenggaraan pemilu legislatif dengan data berbasis Desa. Ada juga buku hasil pemilu di NTB sejak tahun 1955.

Edukasi pemilih juga dilakukan KPU NTB dengan mengadakan kursus komunitas peduli pemilu, yang dilakukan selama dua hari, Jumat – Sabtu, 16-17 September 2016.

Bale pemilu dihajatkan untuk menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat umum di NTB sebuah sarana untuk melakukan edukasi nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan sekaligus sebagai wadah bagi komunitas pegiat pemilu dalam melahirkan gagasan pembaruan dan perbaikan proses politik dan demokrasi. Bale pemilu memuat sarana berupa sejarah pemilu, proses kepemiluan dan simulasi proses pemilihan.

Penamaan Bale NTB dipilih oleh KPU NTB untuk membuat betah siapapun yang berkunjung ke Bale Pemilu, baik dari masyarakat umum sebagai pemilih, media maupun peneliti. “Siapapun dapat merasa seperti rumah sendiri di sini, ‘’kata Aksar Anshori.

Baik pemilih pemula, media maupun peneliti akan betah dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk membuat gedung ini milik masyarakat, bukan hanya penyelenggara dan peserta pemilu.

Wagub NTB Muhammad Amin pada kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya kepada KPU NTB. Ia berharap adanya Bale Pemilu NTB, edukasi pemilih dan kesadaran berdemokrasi para pemilih semakin meningkat. “Semoga Bale Pemilu bisa mengedukasi pemilih semakin baik,’’ ujar Muhammad Amin. Sehingga kualitas hasil pemilu akan lebih berintegritas untuk kemajuan daerah dan bangsa.

Selain itu, ia menyatakan komitmen pemerintah provinsi NTB dalam mendukung setiap upaya KPU dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum. KPU juga diingatkan untuk menunjukan sikap demokratis dan mempersipakan diri untuk pemilihan umum kepala daerah mendatang. “Persiapkan dengan baik, pemilu sudah di depan mata, sikap demokratis harus terpelihara dengan baik,’’ ucapnya.

Dinamika yang tinggi memerlukan persiapan mental dan fisik untuk menghadapi penyelenggaraan pemilu mendatang” pesan wagub kepada KPU Provinsi dan Kabupaten/kota yang hadir.

Adapun Komisaris KPU Pusat Hasyim Asy’ari yang mewakili Ketua KPU Pusat mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan kpu ntb adalah upaya untuk mewujudkan kpu sebagai sentra informasi pemilu. Semua data pemilu yang dihimpun di rumah pemilu dan buku yang diluncurkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. ‘’Seperti partai politik yang ingin analisis elektabilitasnya cukup ke KPU saja, bagitu juga dengan peneliti dan akademisi,’’ katanya.

Ia juga mengingatkan KPU NTB termasuk KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan peran KPU sebagai penyelenggara yang netral dan adil. “KPU dan Bawasalu itu mensejahterakan dan mendamaikan. Jangan jadi sumber konflik namun menjadi juru damai di tengah konflik agar sejuk lah suasana.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here