MATARAM – Reza Artamevia, Davina, Richard dan istrinya Yuyun diterbangkan polisi ke Denpasar Bali untuk menjalani pemeriksaan ulang di Laboratorium Forensik di Kepolisian Daerah Bali, Rabu 31 Agustus 2016 siang ini. Mereka adalah empat orang dari enam orang yang semula dua kali hasil tes urinenya dinyatakan positif. Sesaat sewaktu ditangkap dan sehari kemudian Senin 29 Agustus 2016. Dua orang lainnya, Gatot Brajamusti dan istrinya tinggal di Markas Polres Mataram.

Kepastian tersebut diberikan Kepala Sub Direktorat I Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Ajun Komisaris Besar Cepi Ahmad di halaman tengah Markas Polres Mataram, sesaat setelah keberangkan empat orang tersebut ke Lombok international Airport di Lombok Tengah. ‘’Ya mereka dilakukan cek ulang darahnya,’’ kata Cepi Ahmad menjawab membenarkan.

Menurut Muhammad Mahdi, mengutip informasi adanya instruksi dari Kepala Polri yang diberangkatkan ke Bali itu adalah yang sewaktu penangkapan tidak ditemukan barang bukti dibadannya . ‘’Untuk meyakinkan katanya. Supaya tidak ada pertanyaan mengambang, ‘’ ucap Mahdi. Ia berharap hasilnya negatif. Ia juga mengatakan sampai hari ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Keempat orang tersebut diterbangkan ke Denpasar didampingi oleh pengacaranya Irpan Suryadiata. Sedangkan Ossy SS yang selama ini menjadi juru bicara Parfi menyatakan keheranannya. ‘’Mau diperiksa apalagi. Ada apa ini. Makin menggelitik,’’ ujarnya.

Ia sendiri menyatakan ketidak tahuannya sampai hari ini sudah memasuki hari ketiga belum menerima kepastiannya terhadap enam orang yang tertangkap di kamar suite nomor 1100 Hotel Golden Tulip Mataram, Ahad 28 Agustus 2016 pukul 23.00 Waktu Indonesia Tengah.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here