MATARAM – Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Ajun Komisaris Besar Tri Budi Pangastuti merilis status Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah Kepolisian Resor Mataram memeriksa saksi. ‘’Penetapan ini setelah dilakukan gelar perkara,’’ kata Tri Budi Pangastuti, Rabu 31 Agustus 2016.

Mereka berdua dikenai pasal 112 (1) dan atau 127 (1a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya empat sampai 15 tahun. Penangganan perkara mereka ini berdasarkan laporan Nomor : 670/VIII/Res Mataram.

Menurut Tri Budi Pangastuti, mereka berdua juga dialihkan penangannya ke Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB. ‘’Mengingat kasus tersebut bersifat sangat menjadi perhatian public,’’ ujarnya.

Sedangkan empat orang lainnya yang diuji ulang darahnya di Laboratorium Forensik Polda Bali adalah RA, R, Y, dan D. Juga dilakukan kordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait pengembangan penyelidikan dan penyidikan tentang tempat-tempat lain yang berkaitan dengan tindak pidana dimaksud.

Juru bicara Parfi Ozzy SS mengatakan sedang membicarakan penetapan tersangka tersebut dengan rekan-rekan pengacaranya. Rabu 31 Agustus 2016 sore ini Ozzy pulang ke Jakarta dan melakukan kesiapan untuk pendampingan para tersangka. ‘’Kami segera melakukan pembicaraan untuk mendampingi kedua tersangka,’’ ucapnya.

Siang ini, Richard dan istrinya Yuyun, Reza Artamevia dan Davina diterbangkan ke Denpasar Bali untuk menjalankan pemeriksaa darah. Menurut pengacara PP Parfi Muhammad Mahdi, pemeriksaan tersebut dilakukan memenuhi perintah Kepala Polri. ‘’Terhadap mereka yang tidak ditemukan barang bukti sewaktu ditangkap,’’ katanya.

Polres Mataram melakukan pemeriksaan terhadap delapana orang yang dduga terkait perkara pesta sabu yang dilakukan Gatot Brajamusti di kamar 1100 lantai 11 Hotel Golden Tulip Mataram, Ahad 28 Agustus 2016. Pukul 23 Waktu Indonesia Tengah.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here