MATARAM – Setelah menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, sekitar pukul 21 Waktu Indonesia Tengah (WITA) akhirnya lingkaran pengurus Parfi GB, DA – istrinya GB, RA, BG, SP, Y dan D selesai pemeriksaan hari kedua setelah ditangkap polisi Mataram, di Hotel Golden Tulip Mataram, Ahad 28 Agustus 2016 malam pukul 23 WITA.

Dalam konferensi pers yang diberikan di Roemah Langko, kuasa hokum PP Parfi Muhammad Mahdi dari Jakarta, dua orang yang berinisial BG dan SP dinyatakan negatif narkoba. ‘’Sedangkan yang enam orang belum diketahui pasti karena tidak ada informasi resminya,’’ kata Mahdi bersama Ossy SS. Selain mereka juga ada tiga orang pengacara dari Mataram Irpan Suriadiata, Heri Ardiansyah dan Abdul Majid.

Kecuali D yang masih menjalani pemeriksaan di ruang sebelah, Irpan Suriadiata menjelaskan dirinya mendampingi R, Y dan D. ‘’Mereka diperiksa sebagai saksi,’’ ujar Irpan.

Sebelumnya, Ossy SS menyangkal Aa Gatot Brajamusti dan pendukungnya melakukan pesta narkoba setelah kemenangannya kembali sebagai calon ketua umum PP Parfi periode 2016-2021. Ini adalah periode kedua setelah kepemimpinannya 2011-2016 menggantikan Yenny Rachman yang juga menimbulkan gugatan.

Mahdi mempertanyakan uji urin yang dua kali dilakukan polisi sejak saat ditangkap di kamarnya dan kali kedua di Dinas Kesehatan NTB, Senin 29 Agustus 2016 siang. ‘’Kami tidak menerima hasil resminya. Yang mana dipakai hasilnya,’’ ucap Mahdi.

Mahdi dan Ossy yang menilai polisi Mataram memperlakukan enam orang tersebut secara manusiawi walaupun tidur seadanya di ruang Satuan Reserse Narkoba Polres Mataram, menyatakan tidak mengerti asal usul barang bukti narkoba yang didapat polisi. ‘’Siapa pemiliknya kami tidak tahu. Apalagi kamar GB selalu terbuka untuk semua peserta kongres Parfi,’’ katanya.

Ossy pun mengherankan terjadinya penggerebekan polisi tersebut dilakukan setelah kemenangan GB pada pemilihan ketum Parfi ke 15 di Mataram yang berlangsung 27-28 Agustus 2016.

Polisi belum memberkan keterangan pers hasil pemeriksaannya. Namun sebelumnya, Selasa siang harinya, Kepala Polres Mataram Ajun Komisaris Besar Heri Prihanto sudah menyatakan kepada wartawan di kantornya, bahwa ada 11 orang yang menjalani pemeriksaan diantaranya delapan orang yang diperiksa urinenya. Namun ada dua yang diketahui negatif. ‘’Yang enam orang positif narkoba,’’ ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here