MATARAM – Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Ajun Komisaris Besar Tri Budi Pangastuti menjelaskan penangkapan Ketua Umum Parfi AA Gatot Brajamusti yang baru terpilih kembali di Mataram.

Menurut Tri Budi Pangastuti, dua orang yang dipergoki membawa barang terlarang berupa sabu. ‘’Gatot diketahui menyimpan barang bukti di kantong celana dan Dewi Amina di dalam tas,’’ kata Tri Budi Pangastuti, Senin 29 Agustus 2016 sore.

Malam itu, Gatot dan istrinya, Dewi Aminah di dalam kamar suite Nomor 1100 Hotel Golden Tulip yang terletak di lantai 11 dari 12 lantai hotel tersebut. Golden Tulip berada di pinggir utara sebelah timur kota Mataram. Ia bersama lima orang lainnya. ‘’Mereka bertujuh. Tapi yang ditemukan memiliki barang bukti hanya Gatot dan Dewi,’’ ujar Tri Budi Pangastuti.

Penangkapan Gatot dan Dewi dilakukan oleh tim gabungan polisi. Ahad 28 Agustus 2016 pukul 23.00 Waktu Indonesia Tengah. ‘’Hari ini sudah dilakukan tes urin. Belum diperoleh hasilnya,’’ ucap Tri Budi Pangastuti. Sekarang ini, keduanya masih ditangani perkaranya oleh Kepolisian Resor Mataram.

Tim penggerebekan Gatot dan Dewi ini dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Mataram, Kasat Res Narkoba Polres Lobar bersama Tim Sat Gas Gabungan Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika.

Kepolisian Daerah NTB, seperti dikatakan Tri Budi Pangastuti, ingin menuntaskan perkara ini agar Nusa Tenggara Barat sebagai daerah wisata tidak dinilai sebagai daerah yang mudah untuk mendapatkan narkoba. ‘’Kami konsen agar tidak dianggap gampangan sebagai daerah untuk pemakaian narkoba,’’ katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here