MATARAM – Sampai malam ini, juru bicara PP Parfi Ozzy SS yang juga menyatakan dirinya sebagai pengacara dari LBH Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) tidak meyakini kalau Aa Gatot Brajamusti terlibat dalam pemakaian narkoba. ‘’Sudah beberapa kali dilakukan penggerebekan tapi sebelumnya tidak pernah terbukti,’’ kata Ozzy SS, di Mataram.

Menurutnya, bisa saja alat suntik yang ditemukan di lingkungan rumah Gatot Brajamusti digunakan untuk keperluan suntik vitamin. ‘’Saya belum yakin. Kalau perjalanan dari Jakarta kan juga melalui pemeriksaan ketat di bandara,’’ ujar Ozzy SS. Kalau kemudian juga ditemukan senjata, Gatot sebagai produser filem DPO baru selesai pembuatanya yang pemutarannya dilakukan di bioskop di Lombok Epicentrum Mall, Ahad 28 Agustus 2016 siang.

Ia berharap kasus Gatot Brajamusti di kamar 1100 Hotel Golden Tulip Mataram ini sebagai politik belah bumi, yang sebelah diinjak dan yang lain diangkat. ‘’Seolah-olah ini kasus gembong narkoba. Berkali-kali digerebek tapi tidak terbukti,’’ ucapnya.

Kemudian Ozzy juga menyebutkan bahwa Gatot Brajamusti sangat terbuka sehingga rumah bahkan kamarnya bisa dimasuki orang lain. Apalagi ketidak ditinggal kongres di Jakarta, hanya ada pembantu yang ada di rumahnya. Karenanya ia meminta agar tidak terjadi pesan sponsor sehingga dilakukan penggerebekan setelah terpilihnya kembali Gatot Brajamusti sebagai ketua umum. ‘’Ini grand design besar. Sewaktu pas tidak ada orang terjadinya,’’ katanya.

Terpilihnya Gatot merupakan hasil Kongres PARFI ke 15 yang digelar di Mataram. Pemilihan berlangsung hingga pukul 06.00 pagi, Ahad 28 Agustus 2016. Gatot terpilih kembali dengan perolehan suara 464 suara. Ia mengalahkan kandidiat lainnya Andriyega da Silva yang meraih 78 suara.

Menurutnya, selama ini memang kongres Parfi selalu dibuntuti kemelut. Ozzy menyebut mulai dari kepemimpinan Ratno Timur, Sys NS dan seterusnya. Ketika Gatot Brajamusti terpilih kali pertama, ia digugat 15 orang artis diantaranya Yenny Rahman yang melakukan walk out dalam pemilihan. Waktu itu Gatot Brajamusti dituduh melakukan pemalsuan dokumen namun tidak terbukti di pengadilan.

Bekas istri Adji Massaid yaitu Reza Artamevia yang juga berada di dalam kamar yang sama juga dimintai keterangan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here