MATARAM – Uji coba penggunaan pupuk Magic Green untuk tanaman padi di Desa Lenek Kabupaten Lombok Timur berhasil meningkatkan produksi. Kalau semula tanpa pupuk tersebut menghasilkan enam ton per hektar, ternyata bisa menjadi 10 ton. Kelompok Tani Aik Mel mendapatkan peningkatan tersebut sewaktu melaksanakan panen raya, Kamis 25 Agustus 2016 siang.

Panen raya produksi padi menggunakan Magic Green yang diinisiasi PT Setia Bersama dan Penyuluh Pertanian Lapangan tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin bersama Bupati Lombok Timur Ali Bin Dahlan. ‘’Saya berharap kehadiran Magic Green di sini mendapatkan tanggapan untuk peningkatan produksi dan kesejahteraan petani, kata Muhammad Amin.

Magic Green merupakan produk pupuk daun unggulan yang komposisinya mengandung kalsium yang sangat tinggi dengan bahan terbaik yang terdapat di dalam suplemen pertanian Magic Green memberikan hasil pertanian yang sangat optimal dalam waktu yang singkat.

Magic Green juga terdapat dalam bentuk kemasan sachet untuk mempermudah pembelian, setiap sachet berisi 60gr suplemen Magic Green yang dapat dilarutkan dalam air 14 – 17 liter air, yang dapat dipergunakan untuk sekitar sekali pemakaian untuk lahan / tanaman seluas 50 meter persegi tergantung dari jenis tanaman.

Keunggulan dan kegunaan Magic Green meningkatkan hasil produksi pertanian sampai 50 persen. Terbuat dari bahan – bahan organik pilihan, setiap hasil panen Magic Green merupakan hasil pertanian organic. Magic Green memperkuat akar tumbuhan, pemakaian yang hemat dengan hasil produksi yang optimal. Dengan menguatnya akar tumbuhan akan mempermudah perawatan lanjutan dari tumbuhan.

Muhammad Amin juga mengajak masyarakat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan dalam menyediakan pangan bagi bangsa dan daerah. Menurutnya, NTB perlu regenerasi petani dan golongan ahli tani. Karena itu ia mengajak pemuda-pemudi NTB agar dapat menjadi insinyur-insiyur pertanian yang handal, ahli peternakan, ahli irigasi, ahli seleksi benih, ahli pemupukan, ahli pemberantas hama, ahli tanah.

Sampai dengan Juli 2016, areal panen padi di NTB sudah mencapai 91,72 persen atau sekitar 425 ribu hektar. Perluasan lahan tanam pun telah mencapai 91 persen atau sekitar 10.500 hektar. Khusus produksi komoditi jagung seluas 194 ribu hektar.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin menyebutkan capaian produksi pertanian NTB yang meningkat setiap tahun. Produksi padi sebesar 2.417.392 ton gabah kering giling (gkg) mengalami peningkatan 14,21 persen dibandingkan tahun 2014, yang hanya berjumlah sebesar 2.116.537 ton. Target produksi tahun 2016 sebesar 2.408.270 ton gkg, dengan luas tanam 481.913 hektar, luas panen 462.237 hektar dan produktivitas 52,06 kwintal perhektar. ‘’Kami patut bersyukur produksi padi bisa meningkat,’’ katanya. Karenanya ia meminta diaturnya tata niaganya sehingga mampu mengatasi stabilitas harga.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here