MATARAM – Berkat wisata halal, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipilih sebagai lokasi Festival Robot Internasional ke-5 oleh Komunitas Robotika Indonesia (KRI). Sebanyak 370 orang siswa penggembar permainan robot bertemu pada ajang International Islamic School Robot (IISR) Olympiad yang berlangsung mulai Rabu 17 Agustus 2016 sore tadi hingga Jum’at 19 Agustus 2016.

Mereka yang berasal dari Indonesia dan diantaranya 30 orang peserta asal Malaysia tersebut akan mengikuti berbagai jenis lomba robot mulai dari kategori Sumo, Aerial, Transporter, Chef, Underwater, Theatre, Soccer, Fire Fighting dan Rescue. ‘’Ya kami pilih di sini karena ada kaitannya dengan wisata halal,’’ kata Ketua KRI Yudi Tri Wibowo, selesai pembukaan.

Menurut Yudi Tri Wibowo, pilihan di NTB karena diyakini tidak mengalami kesulitan masalah makanan halal dan juga pengaturan waktu lomba. Sebelumnya, IISR Olympiad diadakan di Kuala Lumpur (2 kali), Bandung, Johor Bahru, dan Yogyakarta. Rencananya tahun 2017 diselenggarakan di Jepang sekaligus untuk menarik minat peserta datang ke Indonesia.

Saat ini KRI beranggotakan 12 ribu orang kecuali Papua dan Nusa Tenggara yang masuk terdaftar. Para anggota sekitar 70 persen menggunakan robot buatan dalam negeri. Salah seorang peserta R Athala Ananda Putra, 10 tahun, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 4 Surabaya mengaku sudah tiga kali mengikuti kegiatan ini di lingkungan Jawa Timur. ‘’Ini yang pertama saya ke luar daerah,’’ ujarnya.

Ia yang didampingi ibunya, bersama 40 orang temanya se sekolah, berencana berada di Mataram selama enam hari. ‘’Saya mengikuti empat kategori. Aerial, Fire Fighting, Rescue dan Soccer,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal membuka IISR Olympiad dengan kegembiraan. ‘’Ini adalah kegiatan pertama dari rangkaian atraksi Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS),’’ katanya. Kamis 18 Agustus 2016 sore, para peserta diajak memeriahkan karnawal BBLS.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here