MATARAM – Tiga orang warga negara Malaysia berusia muda ditangkap Bea Cukai Mataram sewaktu tiba di Lombok International Airport (LIA), Ahad 7 Agustus 2016. Ketiganya ditemukan membawa narkoba di selangkangannya masing-masing keseluruhannya sebanyak 1,982 kilogram Methamphetamine atau sabu-sabu. Jika satu gram sabu tersebut harganya Rp 1,8 juta maka berarti keseluruhan barang berupa butiran kristal berwarna putih itu nilainya Rp 3,5 miliar.

Mereka adalah Koo Jia Jiat, 21 tahun, membawa 686 gram, Lesli Chung Wai Nam, 24 tahun membawa 635 gram, dan seorang lain nya perempuan dalam keadaan hamil Wong Ying Ching, 21 tahun, membawa 661gram.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Mataram Himbauan Indarjono mengatakan kejadiannya, Ahad 7 Agustus 2016. Mereka turun dari penerbangan Air Asia AK 308 dari Kuala Lumpur di LIA pukul 12.15 Waktu Indonesia Tengah.

Sebelumnya, Bea Cukai sudah mendapatkan informasi adanya upaya penyelundungan narkoba tersebut. Setelah mengamati penumpang yang keluar dari pesawat, gelagat ketiganya mencurigakan. Tetapi barang bawaannya dalam koper dan tas tidak ditemukan barang terlarang. ‘’Ternyata mereka menyembunyikan di balik celana dalamnya,’’ kata Himawan Indarjono yang memberikan keterangan pers bersama Asisten I Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Agus Patria, Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah NTB Komisaris Besar Agus Sarjito,
Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Inf Farid Makruf, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Rembiga Kolonel (Pnb) Bambang Gunarto dan Kepala Bagian Umum Badan Nasional Narkotika Provinsi NTB Tasripin.

Himawan Indarjono mengatakan merela yang sebelumnya dipergoki membawa masuk narkoba ke Lombok telah dijatuhi hukuman seumur hidup. ‘’Kami sudah melakukan kordinasi dengan aparat penegak hokum dan keamanan. Jangan coba-coba menyelundup ke sini,’’ ucapnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here